Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Antisipasi Konflik Pemanfaat Air Telaga Sarangan, Dinas PUPR Gelar Rapat Koordinasi

by : On Mei 31, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Magetan, Pewarta – Hari Senin Tanggal 27 Mei 2019,bertempat di Kantor UPTD Pengairan Gandong Magetan,telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Penataan pengeluaran air dari Telaga Sarangan dalam rangka Steamtest (percobaan giling) PG Redjosari yang akan dilaksanakan tanggal 28 Mei 2019 dan giling PG Redjosari yang akan dilaksanakan selama 100 hari yang di mulai pada tanggal 12 Juni 2019 .

Adapun rapat dipimpin oleh Yuli K Iswahyudi Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Magetan dengan mengundang Perwakilan PG Redjosarie,Perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Begawan Solo, Perwakilan Dinas SDA Provinsi Jatim di Madiun, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Kepala UPTD beserta Juru Pengairan Gandong, Jejeruk, dan Bringin, Perwakilan Pengurus HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air ) dari 3 UPTD pengairan tersebut diatas yang memanfaatkan air dari Telaga Sarangan  dan Petugas Penjaga Pintu Air Telaga Sarangan ( Personil Balai Besar Wilayah Sungai Begawan Solo ).

Menurut Yuli K Iswahyudi selaku Kabid. SDA Dinas PUPR Magetan, bahwa rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk menghindari konflik diantara para pemanfaat air dari Telaga Sarangan. Terlebih lagi mulai tahun 2019 ini pengelolaan Telaga Sarangan kembali ke kewenangan pusat dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo sehingga dengan adanya rapat koordinasi ini harapannya bisa terjalin komunikasi antara petugas Penjaga Pintu Air Telaga Sarangan yang baru dengan semua pihak pemanfaat air dari Telaga Sarangan.

Dalam rapat tersebut telah disepakati oleh semua pihak yang terkait dengan pemanfaatan air dari Telaga Sarangan untuk mensukseskan acara steam test dan giling PG Redjosarie sesuai jadwal tersebut diatas. Untuk keperluan steam test dan giling tersebut PG Redjosari mengajukan ijin air injeksi dari Telaga Sarangan sebesar 120 lt/dt posisi sudah masuk pabrik. Dari pengalaman yang sudah berjalan untuk mencapai besaran debit air dimaksud posisi di Dam Jejeruk yang mengarah ke Saluran Srambah (saluran yang mengalirkan air ke PG Redjosari) dibutuhkan debit sebesar 228 lt/dt. Sedangkan sisa air yang ada diatur 1/3 untuk irigasi pertanian ke saluran Srambah, dan 2/3 untuk irigasi pertanian yang masuk ke Kalitengah. Untuk mendukung agar debit air di Dam Jejeruk cukup stabil diharapkan dapat memaksimalkan tambahan suplisi air dari aliran air Gandong Lor.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga disepakati untuk pengeluaran debit air dari Telaga Sarangan maksimal sampai dengan  elevasi fiskal 7,5 meter dari total level air keseluruhan sebesar 14,5 meter selebihnya tidak boleh dikeluarkan lagi dikarenakan untuk menjaga stabilitas bangunan telaga sarangan.

Secara keseluruhan jalannya rapat koordinasi berjalan lancar. Dari pihak perwakilan pengurus HIPPA Srambah mengusulkan agar adanya kebocoran berupa pengambilan liar seperti  di saluran Srambah 3 dan dibeberapa titik yang mengalami kerusakan agar segera diadakan perbaikan untuk mengurangi kehilangan air.

Diakhir acara disepakati bahwa semua pihak terkait berkomitmen akan menjaga kesinambungan aliran air ke PG Redjosarie untuk keberlangsungan selama giling, dengan tidak melupakan kepentingan lain dari petani yang juga membutuhkan air untuk kelangsungan pertanian.

Pengawalan air untuk kebutuhan giling PG Redjosarie tetap dalam pengawasan dinas terkait dan juga pihak PG Redjosarie dibantu GHIPPA wilayah hulu sampai hilir.(nda/adv)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »