Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Serangan DBD Pacitan Didominasi Wilayah Kota

by : On Maret 27, 2019

Wawan Kasiyanto Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kab. Pacitan
Pacitan, Pewarta - Kasus serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang pernah terjadi naik dibulan Januari 2019 lalu, dibeberapa Wilayah Kabupaten Pacitan. Diantaranya Kelurahan Ploso dan Baleharjo, serta Kecamatan Arjosari, meliputi Desa Tremas, Jatimalang, dan Arjosari, meski mengalami penurunan, kini masih didominasi Kecamatan Pacitan. Rabu (27/03/2019).

Hal demikian disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan. Wawan Kasiyanto mengatakan bahwa " ya memang kecamatan tertinggi  saat ini masih didominasi di kota, memang kita tau penduduknya kan paling banyak artinya kompusisi rumah cukup padat"ungkapnya.

Wawan juga mengatakan penyaķit Serangan DBD tersebut tidak hanya satu tempat namun bisa berpindah-pindah, yakni kecamatan yang dulunya kosong tidak adanya serangan DBD kini muncul serangan tersebut, diantaranya Wilayah Kecamatan Donorojo.

"Ya memang yang tertinggi di wilayah Ploso, Arjosari tapi ini sudah lewat nah yang sekarang yang dulunya kosong ndak ada seperti di donorojo muncul namun lonjakannya tak seperti dibulan Januari-Februari"katanya.

Data yang dapat dihimpun Pewarta Madiun terkait serangan kepada masyarakat Pada Bulan Januari mencapai 167 Orang, Februari 129, Maret 68. Sehingga total adalah 364 jiwa. Ciri-ciri DBD tersebut diantaranya mendadak panas dan tidak turun, terasa sakit terutama dibagian mata, sendi-sendi terasa sakit, lalu berapa hari kemudian ada tanda bitik-bitik merah jikalau bagian lengan ditekan.

Lebih lanjut Wawan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyampaikan desa wilayah kota yang terkena serangan DBD diantaranya "hampir seluruh desa ada cuma porsinya ada yang kecil sekali, cuma ploso, baleharjo, bangunsari, tanjungsari memang masih berpotensi tapi ndak sebesar Kelurahan Ploso"imbuhnya.

Sedangkan wilayah barat diantaranya Kecamatan Punung, Kecamatan Donorojo Desa Kalak, Kecamatan Pringkuku.

"Kelihatannya wilayah Punung sama Donorojo wilayah Kalak terus ada sebagian dibeberapa tempat di Pringkuku tapi yang banyak di Punung"Kata Wawan.

Wawan  menyarankan strategi penaggulangan DBD "kuncinya adalah perilaku hidup bersih dan sehat artinya ngontrol tempat-tempat air yang untuk pengembang biakan nyamuk, tetapi di pedesaan yang kemarin saya pantau di wilayah Piton Kecamatan Punung, Itu justru kelihatannya nyamuknya diperkebunan, dan kami dari dinas juga sudah melakukan penyemprotan puluan kali diberbagai tempat"sarannya.(rjh)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »