Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Saat Reyog Ponorogo Pukau Warga Pengkol dan Bule Asal Spanyol

by : On Maret 02, 2019

Jose Maria Gomez Fuentes bule asal Spanyol bersama istrinya Sundari saat naik di atas kepala reyog
Ponorogo, Pewarta - Reyog Ponorogo yang merupakan warisan budaya dunia masih menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Indonesia maupun warga negara asing.

Seperti nampak pada kesempatan kali ini, seni reyog Margo Jati Jolo Sutro pimpinan Mbah Pur Warok Gendeng tampil memukau dihadapan warga Pengkol dan bule asal Spanyol, Sabtu (2/3/2019).

Bertempat di Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Ponorogo, gelaran ini juga bertepatan dengan syukuran usia pernikahan Sundari, wanita asli desa setempat, yang menikah dengan Jose Maria Gomez Fuentes, pria asal Spanyol, yang hari genap berusia 11 tahun.

"Kami sajikan penampilan seni reyog ini untuk masyarakat Pengkol dan sekitarnya, yang kebetulan hari ini kedatangan bule asal Spanyol dan sangat menyukai budaya Indonesia terutama seni reyog", ujar Mbah Pur.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, selain untuk menghibur masyarakat, penampilan reyog kali ini juga dalam rangka mensosialisasikan pemilu damai menjelang gelaran Pilpres April mendatang.

"Melalui seni reyog ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, apalagi ini musim kampanye, mari bersatu dan terus melestarikan seni reyog", jelasnya.
Doa bersama untuk bangsa Indonesia yang dipimpin Mbah Pur warok gendeng sebelum pertunjukan reyog dimulai.
Sementara itu, Jose Maria Gomez Fuentes dalam bahasa Spanyol melalui seorang penerjemah yang tidak lain adalah istrinya sendiri mengungkapkan kekagumannya terhadap seni reyog.

"Sangat bagus, saya senang sekali menonton pertunjukan reyog Ponorogo, apalagi penari barongnya", ungkap Jose.

Rencananya, usai pulang dari Ponorogo dan kembali ke negara asalnya, yakni Spanyol, dirinya akan memperkenalkan seni reyog ini kepada masyarakat di Spanyol. Dengan harapan nanti ada wisatawan-wisatawan dari negara asalnya itu menuju Ponorogo untuk menyaksikan pertunjukan seni reyog.

Terpisah, Sundari saat dikonfirmasi Pewarta memaparkan, meski dirinya saat ini sudah menetap dan menjadi warga negara Spanyol karena mengikuti sang suami, namun dirinya tetap bangga dengan Ponorogo, terutama seni reyognya.

"Meskipun saya dan suami  sudah menetap di Spanyol, namun kecintaan kami terhadap kota Ponorogo tetap terjaga, dan kami buktikan dengan pertunjukan seni reyog ini", papar Sundari.

Ia mengakui, bahwa seni reyog masih menjadi daya tarik, dan salah satu kesenian yang wajib ditonton setiap kali dirinya dan suami pulang ke Ponorogo.

"Seni reyog ini wajib kami tonton setiap kali pulang ke sini, dan ini bukti bahwa kami masih cinta Ponorogo dan reyognya, meski kami tinggal lama di Spanyol", pungkasnya. (ns)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »