Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Kunjungi Magetan, Gubernur Jatim Ingin Pengolahan LIK Mumpuni

by : On Maret 28, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ( berjilbab) didampingi bupati Magetan Suprawoto meninjau LIK
Magetan, Pewarta - Kunjungan Gubernur JATIM Khofifah Indah Prawansa ke LIK industri kulit yang ada di magetan pada kamis malam (28/03/2019).

Pada kunjungan ini kofifah yang didampingi Kepala (Disperindag) Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi JATIM Drajat Irawan bersama Bupati Magetan Suprawoto , beserta Kepala Dinas terkait, bersama melakukan (SIDAK) Inspeksi Mendadak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) UPT Industri Kulit yang ada di Magetan.

Sidak ini mungkin merupakan sebuah jawaban bagi masyarakat terkait ratusan bahkan ribuan keluhan dalam pembuangan limbah kulit yang sangat mencemari lingkungan, bau yang sangat menyengat hidung ketika dilewati kalayak orang dan hanya satu satunya yang ada di kota Magetan ini.

Khofifah mengatakan bahwa industri kulit di Magetan ini adalah akomoditas terbesar kelima ekspor JATIM.maka dari itu beliau mengatakan agar pengolahan limbah di magetan bisa lebih mumpuni serta memenuhi kapasitas dari limbah yang dibuang oleh LIK yang ada di kawasan industri kulit di Magetan.Bu Khofifah juga menyampaikan apa yang disampaikan Pak Bupati Magetan Suprawoto yang mana akan mencari lahan baru untuk relokasi.
Setelah lahan baru disiapkan, maka PEMPROV akan menyiapkan LIK dan IPALnya.

Supaya pengolahan limbah itu bisa memenuhi kecukupan dari kebutuhan untuk pengolahan limbah kulit yang di deliver oleh para pelaku industri kulit di Magetan ini.

Beliau juga menginginkan agar proses pertumbuhan ekonomi dan ekspor berseiring dengan keramahan lingkungan dan pengolahan limbah yang lebih secure.

Nanti akan diadakan sosialisasi yang dilakukan oleh Pak Bupati bersama dengan PEMPROV ketika relokasinya sudah dapat lahan dan teknologi untuk pengolahan limbahnya, nanti kita akan mencari konsultan yang mumpuni untuk bisa menghitung.

"Jadi limbah ini perhari berapa, dan akan dikelola dengan luasan lahan dan teknis seperti apa dan kita ingin memastikan bahwa limbah terakhir yang kanalnya sesuai itu ph airnya tidak akan lebih dari tujuh.Dan akan memastikan bahwa ada continuity (kelanjutan) dalam mengontrol limbah yang sudah diproses dan diolah" jelasnya

Kofifah juga menyampaikan selalu bisa menjaga keberagaman hayati yang ada di sungai untuk bisa tetap hidup, dan industri kulit di Magetan agar terus tetap tumbuh.Apa yang menjadi sentra sentra pertumbuhan ekonomi masyarakat disini yang skill pengolahan kulitnya sangat bagus akan terproteksi dan jangan sampai kemudian apa yang sebetulnya diniatkan untuk memproteksi industri kulit yang ada di magetan tidak berseiring dengan pengolahan dan kapasitas yang baik.

"Kapasitasnyalah yang terutama kalau pengolahanya pada dasarnya sudah memenuhi kualifikasi hanya saja kapasitasnya, sehingga kita memang harus selalu melihat volume limbah yang diproduksi dari industri kulit yang ada disini.Kemudian nanti kita akan siapkan IPAL yang bisa memenuhi kebutuhanya." Imbuhnya

"Nanti kita akan terus mengontrol lewat lab IPAL ini,serta meminta konsultan untuk menyiapkan seluruh prosesnya supaya masing masing bisa memonitor bahwa IPALnya cukup untuk menampung serta selalu memastikan agar PHnya untuk tidak lebih dari tujuh ketika itu akan dibuang kesungai supaya keragaman hayati sungai bisa terjaga." Tutupnya (nda)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »