Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Janggal, 21 Ijazah Sekolah Dasar Dikembalikan Ke Dikpora Magetan

by : On Maret 12, 2019

Magetan, Pewarta – Kabar dikembalikannya 21 lembar Ijazah siswa lulusan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Unggulan Tahun 2018 ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ( Dikpora) Kabupaten Magetan dibenarkan oleh Kepala Dikpora Magetan, Joko Santosa, Selasa (12/3).
Menurut Joko, hal itu disebabkan nilai yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian (SHU) dan Ijazah sangat berbeda. Bahkan ada perbedaan yang sangat jauh.
“Memang benar dan kita akui ada 21. Nilai-nilai ijazah sangat jauh perbedaannya dengan SHU,” katanya.
Joko menambahkan, pihaknya sudah membuat tim khusus untuk mengecek bagaimana hal itu bisa terjadi di lembaganya. Temuan kasus tersebut di Kecamatan Magetan, akan dijadikan dasar Dikpora melakukan pengecekan operator pengisi ijazah di seluruh Kecamatan.
“Temuan di Kecamatan Magetan ini baru satu sekolahan, siapa tahu di Kecamatan lain ada. Ini kita buat tim untuk mengecek semua kecamatan,” ujarnya.
Joko menegaskan, bila memang ada unsur kesengajaan dari operator untuk merubah nilai pada ijazah, pihaknya akan langsung memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau salah memasukkan satu atau dua orang masih bisa diterima, lha ini semua. Kalau ada unsur sengaja akan kita sanksi,” imbuhnya.
Joko berjanji akan secepatnya mengganti ijazah tersebut, karena blangkonya juga sudah ada. Namun, Ia mengaku masih ingin melakukan investigasi mendalam di seluruh kecamatan dengan adanya kasus tersebut.
“Akan segera kita ganti ijazahnya, karena blangkonya sudah ada. Tapi masih nunggu hasil pengecekan di semua kecamatan dulu, bila nanti jelas yang salah hanya di Kecamatan Magetan, ijazah kita berikan,” jelasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 21 Ijazah alumni Sekolah Dasar Negeri (SDN) Unggulan Tahun 2018 dianggap sangat ganjil oleh para guru, dan juga orang tua murid.
Karena nilai Ijazah sangat jauh anjlok dibanding nilai SHU yang diberikan. Ujungnya demi masa depan anak didiknya, sebanyak 21 Ijazah tersebut langsung dikembalikan ke Dikpora agar segera diperbaiki. (ton/ant/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »