Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Janggal, Jembatan Ambruk Di Pacitan Terindikasi Penyelewengan dan Kelalaian Pengerjaan

by : On Maret 01, 2019

Pewarta, Pacitan- Pasca runtuhnya jembatan gantung penghubung antar desa di Desa Banjarsari, Kecamatan Pacitan, Pada jum,at (25/01/2019) bulan lalu, saat ini Polres Pacitan banyak menemukan beberapa hal sampai saat ini proses penindakan.

Seperti yang diungkapkan Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori, SH.,MH. Saat dikonfirmasi Pewart bahwa ada indikasi kelalaian dalam proses pengerjaan sehingga menyebabkan jembatan ambruk.

“Terkait perkembangan penanganan pasca jembatan ambruk, terkait penyelidikan kami memang sudah melakukan, sampai saat ini memang pentahapan-tahapan sudah kami lalui dalam arti mendatangkan tim dari Identifikasi dari Laboratorium Forensik (Lapfor), memeriksa beberapa saksi penyebab jembatan ambruk yang menimbulkan korban luka atau cacat seumur hidup”ungkapnya Jum’at (01/03/2019).

Lebih lanjut AKP Imam Buchori, SH.,MH menjelaskan perkembangan saat ini “ masih koordisasi dengan pihak dari Institut Tektologi Sepuluh November (ITS) terkait dengan jembatan, Tim kami sudah berangkat ke Surabaya terkait permintaan olah TKP ”imbuhnya
Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori, SH.,MH
Selain itu pihaknya juga menyampaikan “terkait penanganan kelalainnya, perkara itu kami sudah melakukan penyelidikan dan sudah ditingkatkan ke penyidikan dan sudah  mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) ke pihak kejaksaan.”sampainya

Kemudian “terkait kelalainnya terkena UU KUHP Pasal 360 penjara paling lama 5 Tahun,  siapa-siapa kami masih melakukan pendalaman, terkait kelalaiannya yang pasti berjenjang, siapa yang bertangung jawab, siapa yang lalai terkait pengerjaan jembatan itu, karena masalah inikan  sesuai dengan proyek tersebutkan ada kelalaiannya, nah sampai dimana, terus terkait pembangunan itu juga kenapa kok bisa sampai seperti itu tentu ada sebab musababnya” jelasnya (rjh/tim)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »