Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Jambret, Empat Pemuda Pengangguran Ditangkap Polisi

by : On Maret 29, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Madiun, Pewarta – Aparat Polres Madiun meringkus empat pemuda asal Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yakni Khoirul Joko alias Pakek  (19), Edhi S. alias Edok (20), Mashrif R. (20), Ari N. (20).

Para pemuda pengangguran tersebut ditangkap di rumah masing-masing tanpa perlawanan pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Selain lima pemuda tersebut, petugas juga mengamankan dua tersangka lainnya yakni AF (17) dan AD (17) yang masih dibawah umur.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono saat press release di Mapolres Madiun pada Jum'at (29/3/2019) mengatakan, para tersangka diringkus karena telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap lima pelajar yakni M. Pandugiri (14), Nasrul W. (15), Adittya S. (13), Safiyulloh A. (14), dan Ridho Cahyo (14). Nama terakhir yang disebut, ditemukan meninggal dunia di sungai wilayah Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi.

AKBP Ruruh menjelaskan, kejadian berawal pada hari Sabtu (23/3/2019) sekitar pukul 21.00 WIB, lima pelaku minum-minum miras di Saradan dan satu pelaku yakni AF ada di rumah. Salah satu dari lima pelaku yang minum-minum miras menghubungi AF dan menanyakan ada sasaran apa tidak. Dan dijawab kalau ada akan dikabari.

"Lalu, pada dinihari sekitar pukul 00.15 WIB, AF mengabarkan ada lima sasaran di exit tol Dumpil," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Ruruh, para pelaku berangkat dari Saradan menuju titik sasaran dengan berboncengan naik sepeda motor. Sampai di sekitar Garon, Balerejo, lima korban yang berjalan kaki tersebut terpisah dengan jarak sekitar 100 meter.

Pelaku yang berboncengan tiga orang puter balik menghampiri dua orang korban yang berjalan paling belakang. Lalu, tersangka menodongkan pisau. Handphone serta uang korban yang berjumlah Rp 13 ribu dirampas. Tidak hanya itu, pelaku juga melucuti pakaian korban.

Mengetahui dua orang temannya dicegat, tiga orang korban lari menyelamatkan diri. Saking takutnya, korban masuk ke sungai di Garon. Nahas, seorang korban yakni Ridho Cahyo tidak bisa berenang dan keesokan harinya ditemukan di sungai wilayah Kwadungan dalam kondisi meninggal dunia.

"Pelaku memang menyasar anak-anak yang lagi keluar rumah untuk jalan-jalan malam, karena dianggap mudah dan tidak berani melawan," ungkap Ruruh. 

Atas perbuatannya, empat pelaku dijerat dengan pasal pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara. Sementara dua pelaku yang masih berstatus pelajar salah satu SMK di Madiun menjalani pemeriksaan khusus di unit PPA Polres Madiun. (ant/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »