Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Dinkes Ponorogo Turun Tangan Atasi DBD, Himbau Warga Tingkatkan Kualitas PSN

by : On Maret 05, 2019

Kadinkes ajak semua warga untuk meningkatkan kualitas PSN di tempatnya masing-masing.
Ponorogo, Pewarta - Gerak cepat dilakukan Pemkab Ponorogo melalui Dinas Kesehatan dengan mendatangi langsung rumah penderita DBD di Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, Selasa (5/3/2019), sekitar pukul 06.00 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini beserta rombongan meninjau langsung kondisi rumah warga di Singkil, terutama rumah warga yang terserang DB.

Dalam kesempatan tersebut dirinya mengecek langsung kondisi bak-bak penampungan air serta kondisi lingkungan sekitar. Alhasil, Kadinkes menemukan adanya jentik-jentik nyamuk penyebar demam berdarah yang selama ini telah membuat warga resah.

"Sesuai petunjuk Bapak Bupati, kami langsung mendatangi rumah penderita DBD, kami cek semua kondisi rumah dan sekitarnya, hasilnya kami temukan masih adanya jentik-jentik nyamuk pada bak penampungan air", ungkap Irin, sapaan akrabnya.

Selain itu, dirinya juga menemukan hal yang sama di sekitar rumah warga, sebuah kaleng bekas cat yang berisi air dan didalamnya juga banyak jentik nyamuk.

Mengecek langsung kondisi bak-bak penampungan air dan lingkungan sekitar rumah warga.
Pihaknya menegaskan, jika sebelumnya juga sudah dilakukan fogging di wilayah Singkil menggunakan alat fogging Ultra Low Volume (ULV), bantuan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

"Sebelumnya sudah kita lakukan fogging, namun tetap saja ada warga yang terserang DBD lagi, berarti nanti akan kita lakukan fogging ulang jika memang warga mengharapkan itu, tentunya hal ini juga harus diimbangi kesadaran masyarakat, yakni dengan meningkatkan kualitas PSN", tegasnya.

Menurutnya,  dengan peningkatan kualitas Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh masyarakat, nantinya akan mengurangi bahkan membasmi perkembangan jentik nyamuk Aedes Aegypti penyebar demam berdarah. Nantinya jika masih ada warga yang mengeluh dan terindikasi terserang gejala DBD, Kadinkes menghimbau agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Semua upaya telah dilakukan, mulai dari fogging hingga PSN, ternyata masih saja ada yang terkena DB, oleh karenanya, mari kita tingkatkan kualitas PSN, agar wabah DBD ini segera teratasi", harapnya.

Dalam kesempatan kali ini Kadinkes Kabupaten Ponorogo juga didampingi langsung Kepala Desa Singkil beserta perangkat lainnya. Pihak desa mengapresiasi apa yang dilakukan dinkes.

Kadinkes Ponorogo drg Rahayu Kusdarini didampingi Kades Singkil turun langsung ke rumah warga yang terserang DBD.
"Terima kasih Pemkab Ponorogo dan pihak dinas kesehatan yang turun langsung dan mengecek kondisi rumah warga kami yang terkena DBD, semoga ini bisa mengurangi kecemasan warga kami yang akhir-akhir ini trauma terhadap serangan nyamuk demam berdarah", ucap Arifien Mujahidin, Kepala Desa Singkil.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni memaparkan, terkait adanya serangan DBD di wilayah Singkil dan beberapa wilayah lainnya di Ponorogo, sebenarnya pemkab melalui dinas kesehatan sudah melakukan beberapa tindakan dan turun langsung menangani hal ini.

"Pemerintah tidak diam, sudah kita cek langsung, fogging juga sudah, selanjutnya akan dilakukan fogging ulang karena masih ada warga yang terserang DB", paparnya.

Bupati Ipong juga berharap agar kasus seperti ini jangan dijadikan ajang saling menyalahkan. Harus saling bekerja sama antara pemerintah dengan masyarakat agar masalah DBD ini cepat teratasi.

"Yang jelas saya memahami, tapi warga juga harus sadar bahwa itu tidak semuanya salah pemerintah, jadi harus ada sinergitas untuk mengatasi kejadian ini", tandasnya.

Pemkab Ponorogo sendiri sebenarnya juga sudah menetapkan kasus Demam Berdarah Dengaue (DBD) ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan itu disampaikan langsung oleh Bupati Ipong pada akhir Januari lalu. (ns)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »