Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Diguyur Hujan, Tujuh Desa di Madiun Terendam Banjir

by : On Maret 06, 2019

Bupati Madiun Ahmad Dawami meninjau lokasi banjir
Madiun, Pewarta  – Ratusan rumah di Kabupaten Madiun terendam banjir, Rabu (6/3/2019). Wilayah terdampak banjir tersebar di tujuh desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Saradan, Balerejo, Pilangkenceng, dan Wungu.

Di wilayah Kecamatan Pilangkenceng, banjir terjadi di Dusun Jetak Desa Purworejo dengan ketinggian air sekitar 1 hingga 2 meter. Warga yang terdampak diperkirakan sekitar 150 orang dan telah dievakuasi ke Ponpes Klubuk Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng. Sebagian warga naik ke jalan Tol.
Sementara di Kecamatan Mejayan, banjir merendam Jalan Cempaka Kelurahan Bangunsari terendam. Warga yang terdampak sejumlah 25 KK. Kemudian, Dusun Mrau Desa Ngampel, dengan jumlah warga yang terdampak sekitar 250 KK dan sudah dievakuasi. Di desa tersebut, terparah di RT 19 dan 20, RW 06. Debit air tertinggi,  mengingat daerah tersebut lingkungan agak turun dari permukaan jalan utama dan dekat dengan sungai bengawan Solo.

Untuk wilayah Kecamatan Wungu, banjir terjadi di Desa Tempursari dengan ketinggian air ± 30 cm. Sementara Jalur Desa Tempursari–Desa Nglanduk tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda 4.

Sementara di Kecamatan Balerejo, banjir melanda Desa Bulakrejo, Warurejo, Garon, Glonggong, Pacinan, Jeruk Gulug, Balerejo dan Sogo. Banjir menggenangi sekolah, jalan dan areal persawahan serta ada sebagian yang masuk ke rumah penduduk.

Sedangkan di Kecamatan Saradan, wilayah terdampak banjir meliputi ; Dusun Sumberan Desa Klumutan (banjir menggenangi rumah warga), Desa Sokorejo, Desa Sugihwaras air sungai meluap sampai dengan jalan raya Madiun-Surabaya, Desa Bener dan Desa Bongsopotro.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang sudah berada di lokasi sejak Selasa (5/3/2019) malam mengatakan, ketinggian air mencapai sekitar empat hingga lima meter. Proses evakuasi terhadap warga juga sudah dilakukan oleh tim gabungan BPBD, Polri, dan juga TNI, sejak malam hingga pagi hari ini.

"Kami utamakan keselamatan warga, sejak malam kami sudah melakukan evakuasi. Kami kendalikan langsung di lokasi bersama kapolres dan dandim,"katanya.

Dia menuturkan, berdasarkan laporan terakhir yang masuk, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. "Sementara tidak ada, semalam ada beberapa warga yang terkurung, tapi sudah terevakuasi," ujarnya.

Saat ini sudah dilakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Sejumlah warga yang rumahnya terendam diungsikan sementara di lokasi yang tidak terkena banjir, tidak jauh dari lokasi.

Meski demikian, masyarakat dihimbau untuk terus waspada. Dimungkinkan debit air akan terus meningkat mengingat kondisi cuaca saat ini masih mendung dan cenderung turun hujan sesuai dengan data prakiraan BMKG Provinsi Jawa Timur. Sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan dan penanggulangan oleh instansi terkait apabila terjadi bencana banjir susulan. (ant/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »