Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Darurat DBD, Warga Singkil Tuntut Pemkab Ponorogo Segera Turun Tangan

by : On Maret 04, 2019

Salah satu warga Singkil menjalani perawatan akibat terserang demam berdarah
Ponorogo, Pewarta - Lagi-lagi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang tiga warga di Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo. Ketiganya kini dalam perawatan di beberapa rumah sakit di Ponorogo.

Sejumlah warga saat ini ketakutan dan masih trauma dengan kejadian semacam ini, dikarenakan sebelumnya sudah ada beberapa warga di wilayah Singkil yang juga terserang DB, dan dua diantaranya meninggal dunia.

Ketiga warga Singkil yang terserang DB adalah Sri Wahyuni (55), yang saat ini dirawat di RS Darmayu, Ladirin (48), dalam perawatan di Puskesmas Balong, serta Gunardi (43), menjalani perawatan di RS Muslimat Ponorogo. Ketiganya merupakan tetangga yang rumahnya berdampingan, tepatnya di Jalan Srimulyo, Dukuh Krajan, Desa Singkil, Balong.
Arifien Mujahidin Kepala Desa Singkil
Kepala Desa Singkil, Arifien Mujahidin, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa beberapa hari terakhir ini memang ada warganya yang terserang DBD lagi.

"Saat ini ada 3 warga kami yang terserang demam berdarah, dan ketiganya kini dirawat di beberapa rumah sakit di Ponorogo", kata Arifien, saat dikonfirmasi, Senin (4/3/2019).

Menurutnya, Desa Singkil sebelumnya tidak pernah terjadi penyebaran virus DBD dalam skala besar seperti saat ini.

"Peristiwa kali ini terbilang sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) bagi warga sini, bahkan se-Desa Singkil," ujarnya.

Pemerintah Desa Singkil saat ini terus berupaya agar segera mendapatkan penanganan terkait kasus ini, terutama dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

"Beberapa waktu yang lalu warga kami sudah menjadi korban keganasan DBD,  hal ini jangan sampai terulang lagi, oleh karenanya, kami mewakili warga sangat berharap kepada pemerintah Ponorogo untuk segera turun tangan", tegasnya.

Sementara itu, Septian Candra (22), salah satu warga Singkil mengungkapkan bahwa kejadian ini sangat meresahkan warga, serta berharap segera ada fogging dari pemerintah.

"Saat ini lingkungan kami situasinya darurat, ada tiga warga yang terserang DB, dan kami berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah segera turun tangan, kami sangat takut, jangan sampai ada korban lagi", ungkap Candra.

Terpisah, Gunardi, salah satu penderita  demam berdarah menjelaskan awal terserang DB setelah dirinya merasakan pusing selama 3 hari sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit.

"Awalnya pusing, namun tidak merasakan demam ataupun panas tinggi, tiba-tiba hendak pingsan, saya sempat dicek laboratorium, dan hasilnya positif DB", jelas Gunardi, saat ditemui Pewarta di ruang rawat inap RS Muslimat Ponorogo.

Dirinya menyayangkan tidak adanya tindakan dari pihak pemerintah daerah terkait serangan wabah DBD ini.

"Kondisinya saat ini di Singkil sudah darurat, tolong segera ditindak lanjuti, kasihan saudara-saudara kami, tetangga, serta anak-anak kami di rumah", tandasnya. (ns)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »