Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




"Terkait Buku Ajar SD Kontroversial, Kepdispendik Pacitan : "Kami Belum, Mendapatkan Surat Resmi, Penarikan Buku Ajar SD" yang Menerangkan NU Radikal

by : On Februari 22, 2019

Kepdispendik Daryono saat dikonfirmasi
Pacitan, Pewarta - Kepala Sekolah Dasar Nuril Islam Khoirul Anam datangi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, untuk menanyakan kelanjutan statemen Kemendikbud RI, yang akan menarik Buku ajar untuk sekolah dasar yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sebagai 'organisasi radikal' menuai kontroversi. Seperti yang diprotes oleh Pengurus Besar NU (PB NU) Rabu (06/02/2019) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan Daryono menyampaikan saat pertemuan tersebut, ia belum mendapatkan surat perintah resmi hingga saat ini dari kementerian sehingga belum melaksanakan penarikan buku ke sekolah-sekolah.

"Kami belum mendapatkan surat dari pemerintah pusat kususnya kemendikbud ri" ungkapnya. Jumat.(22/02/2019).

Daryono menyampaikan akan segera menindak lanjuti terkait hal demikian jika dari pusat sudah mengirimkan surat intruksi penarikan.

"Kami tidak bisa langsung menarik jika belum ada surat dari kementerian, dan akan segera kami tarik jika sudah ada surat resmi"tambah Daryono Kepala Dinas pendidikan.

Kemudian Khoirul Anam ia juga mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Pacitan,  mengharapkan buku tersebut agar segera ditarik karena diksi yang dicantumkan Organisasi radikal belakangan identik dengan organisasi yang melawan dan merongrong pemerintah, melakukan tindakan-tindakan radikal, menyebarkan teror dan lain sebagainya. Pemahaman seperti ini akan berbahaya, terutama jika diajarkan kepada siswa-siswi.

"Berharap buku tersebut segera ditarik dari edaran sekolah, karena kata radikal ini nanti akan beda pemahamannya apalagi untuk anak-anak SD"Jelasnya

Lebih lanjut menyikapai persoalan tersebut Khoirul Anam " untuk kedepan agar Kemendikbud lebih selektif dalam pengeluaran buku pasalnya dengan penulisan tersebut banyak yang memanfaatkan untuk memojokkan NU" pungkasnya (rjh)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »