Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Singgung Profesi Wartawan, Puluhan Wartawan Geruduk Dinkes Pacitan

by : On Februari 06, 2019


Pacitan, Pewarta - Perkataan salah satu dokter yang bekerja di Puskesmas Tanjungsari Pacitan beberapa hari lalu menimbulkan Puluhan wartawan di Kabupaten Pacitan menggelar aksi damai di halaman Kantor puskesmas dan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan pada Rabu (6/2/2019).
“Seharusnya tidak layak ada wartawan disini “kata Dr. Ewief.usai apel yang dipimpin langsung oleh Sekcam Pacitan belum lama ini.

Pada aksi tersebut disambut baik oleh Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Dr Eko Budianto dan Staf jajarannya mempersilahkan beberapa orang perwakilan awak media untuk masuk ke ruangan dan menyampaikan  permasalahan yang ada.

Yang hadir dalam ruangan tersebut terlihat Kepala Dinas Kesehatan, Kepala UPT Puskesmas Tanjungsari, Jajaran Intel Polres, Kesbangpol, Satpol PP dan perwakilan awak media.

Saat hearing berlangsung, perwakilan wartawan Pacitan Danur Suprapto, SH menyampaikan  kedatangan dirinya dan kawan-kawan bukan untuk menggelar demonstrasi, melainkan aksi damai.
Dia mengatakan hanya meminta penjelasan apa maksud yang telah disampaikan oleh Dr.Ewief itu. Menurut Danur, profesi wartawan adalah pencari berita dan wartawan sebagai mitra instansi dan bukanlah momok hantu yang ditakuti.

“Kami hanya meminta dr Ewief untuk hadir diruangan ini, dengan maksud biar kami semua tahu apa maksudnya menyampaikan perkataan itu, apakah ada tendensi dendam pribadi pada salah satu wartawan atau bagaimana, jika tidak mempunyai maksud perkataan itu didepan publik dan awak media maka dr Ewief kami minta menyampaikan permohonan maaf pada seluruh awak media yang ada di Pacitan. Dengan melalui media masing-masing,” kata dia.

Tak berselang lama, dr Ewief yang dihadirkan meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Saya minta maaf jika perkataan yang saya sampaikan kemarin menyinggung perasaan jenengan semua, maksud perkataan tersebut bukan saya tujukan pada jenengan semua, namun saya tujukan kepada pak Sekcam. Perkataan tersebut tidak ada tendensi maksud apa-apa,” kata dr Ewief.(rjh)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »