Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Resah, Tanggul Yang Terkikis Arus Sungai Grindulu Pacitan Dikhawatirkan Jebol

by : On Februari 23, 2019

Pacitan, Pewarta - Dampak bencana alam 27, 28 November 2017 Tahun lalu masih meninggalkan bekas pilu, warga masyarakat Kabupaten Pacitan tepatnya di Dusun Mendole Rt 001.Rw 003, Desa Sirnobyo, Kecamatan Pacitan dan sekitarnya.

Tanggul yang menjadi penghadang aliran air  berdekatan dengan rumah warga tinggal 150 cm. akibat terkikisnya air sungai gerindulu sangat memungkinkan jebol, setiap rintikan air yang menetes menjadikan kekhawatiran akan terjadinya banjir yang lebih besar. namun selama ini sama sekali belum tersentuh oleh Pemerintah Daerah maupun BBWS Bengawan Solo. Sabtu (23/02/2019).

Harapan besar masyarakat agar Pemerintah Daerah dengan BBWS Bengawan Solo, segera ada solusi agar kejadian tahun lalu tak menimpa kembali.
Hal demikian disampaikan Wiwit warga Masyarakat mendole "belum ada selama ini penanganan dari pemerintah yang menangani tanggul ini, kami sangat kawatir kejadian yang lalu terulang kembali" ungkap warga kepada pewarta.

Sementara Ketua Rt 001 Hadi Prayetno mengatakan tanggul yang terkikis tersebut dahulu kala mempunyai ketebalan 300 cm,  namun akibat bencana tahun lalu dan semakin melebarnya aliran air semakin habis.

"Dulu tebal mas, tapi sekarang tinggal segitu"katanya.

Lebih lanjut Hadi Prayetno mengatakan sudah beberapa kali tanggul tepat dibelakang rumahnya itu disurve oleh pemerintah atau BBWS Bengawan solo, namun ia menyayangkan  hingga saat ini belum ada penanganan.

"Dulu sudah disurve oleh Bengawan Solo, tapi sampai saat ini belum ada penanganan"jelasnya.

Bahkan saat dikonfirmasikan Hadi Prayetno  Pemerintah Daerah dinilai  seakan saling lempar tangung jawab. Sementara perkembangan penanganan pun belum jelas.

"ya mengatakan itu kewenangan Bengawan Solo akan tetapi kami sangat berharap kami sebagai warga semuanya elemen bisa bergerak bareng karena ini menyangkut ratusan warga bahkan madrasah dan yang lain" harapannya penuh ketulusan.

Meski beberapa waktu lalu pemerintah desa menormalisasikan sedimentasi yang ada saat ini kembali semula pasalnya tidak diberikan bronjong disetiap pinggiran aliran air.

Hingga kabar ini dirilis pihak BBWS Bengawan Solo, dan Dinas PUPR  belum bisa dikonfirmasi untuk menjelaskan terkait kejadian tersebut.(rjh)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »