Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Ratusan Warga Kandangan Geruduk Kantor Desa

by : On Februari 06, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Ngawi, Pewarta  – Ratusan warga Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa setempat, Rabu (6/02/2019) pagi. 

Dilansir dari (media grup infomadiunraya.com) aksi demo warga yang terdiri dari pemuda desa dan emak-emak ini menuntut Sukiran selaku Kepala Desa (Kades) Kandangan untuk menepati janjinya. 

Sukiran diduga tidak menepati janjinya alias mencla-mencle soal pembatalan pelantikan perangkat desa yang dilakukan di Kantor Desa Kandangan. 

Padahal agendanya sesuai hasil musyawarah desa (musdes) yang dilaksanakan pada 3 Januari 2019, tidak ada pelantikan perangkat desa melainkan ujian ulang pada Rabu 6 Februari 2019 di kantor desa. 

Aksi demo warga makin panas setelah Sukiran Kades Kandangan tidak segera menemui warganya. Setelah para pendemo melakukan orasi, selang sekitar satu jam kemudian, Sukiran baru terlihat batang hidungnya. 

Sriyono, salah seorang pendemo mengatakan, hasil musdes saat itu Sukiran bakal melaksanakan ujian ulang setelah ada dugaan cacat hukum dari sisi tahapan ujian perangkat desa yang dilaksanakan pada 8 Desember 2018. 

Cacat hukum yang dimaksud, ungkap Sriyono, tentang sela pendaftaran menuju ujian yang diikuti 56 peserta dari tiga lowongan perangkat desa.

"Yang dikatakan cacat hukum Pak Kades saat itu sesuai keterangan dari kecamatan soal sela pendaftaran yang seharusnya tempo seminggu kemudian baru dilaksanakan ujian. Tapi kenyataanya setelah tiga hari pendaftaran ada ujian perangkat," beber Sriyono.

Adanya aksi demo tersebut tandasnya lagi, pada poinya minta pertanggungjawaban Sukiran selaku kepala desa atas hasil mudes yang telah dilaksanakan. Dan pendemo minta ketiga perangkat desa yang bakal dilantik hasil ujian harus didiskualifikasi semuanya. 

Sayangnya, usai proses pelantikan tiga perangkat desa, Sukiran Kades Kandangan menghindar dari wartawan. Saat diminta keterangan oleh para wartawan Sukiran menolak tanpa alasan jelas. (pr/ant/n.dian/red) 

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »