Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Puluhan personel Lanud Iswahjudi Ikuti Latihan Survival di Telaga Ngebel

by : On Februari 21, 2019

Ponorogo. Pewarta – Personel Lanud Iswahjudi yang terdiri dari penerbang tempur dan teknisi jet tempur mengikuti latihan survival di Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Kamis (21/02/2019) sore. Mereka digembleng untuk tetap bisa bertahan hidup meski dalam kondisi dalam kondisi darurat.
Adapun skenario yang dimainkan, sebanyak 43 penerbang dan teknisi harus keluar pesawat dengan kursi lontar. Langkah itu dilakukan lantaran jet tempur yang mereka awaki tertembak di atas perairan Telaga Ngebel. Dalam kondisi seperti ini, mereka harus melakukan inject dan mencebur ke air.
 
Puluhan personel Lanud Iswahjudi terombang-ambing di tengah telaga. Saat itu, perahu karet merupakan satu-satunya peralatan yang membantu untuk tetap bisa hidup. Ketika baru terapung di atas air, suasana kian mencekam. Tembakan demi tembakan menyerang para prajurit tersebut. Berlindung di bawah perahu merupakan pilihan utama untuk selamat.
Ketika suasana mulai tenang, sebuah helikopter datang menyelamatkan para prajurit. Sebagian di antara mereka berhasil diamankan. Namun, sebagian lainnya tak berhasil diselamatkan dengan helikopter. Akhirnya sejumlah berusaha menepi ke dermaga telaga yang diibarkan sebagai lautan lepas.
“Lanud Iswahjudi melatih survivor dasar, merupakan progam tahunan, untuk melatih mereka, secara dasar,” kata Komandan Wings 3 Lanud Iswahjudi, Kolonel Penerbang Muhammad Satrio, Kamis sore.
 
Ia menyebut, latihan survival dasar ini selain menggunakan peledak jenis TNT juga tembakan dari senapan mesin dan otomatis yang ditembakan dari tepian Telaga Ngebel. Sehingga situasi latihan itu bagai dalam perang yang sesungguhnya.
"Tujuan dari latihan survival ini melatih penerbang bertahan hidup, saat melakukan inject saat operasi penerbangan dalam pertempuran dan pesawatnya tertembak, jatuh di area musuh. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana penerbang tempur ini bisa bertahan hidup tanpa fasilitas,"tuturnya.
Menurut Satrio, dalam latihan survival dasar ada dua, yaitu di air dan jungle (hutan) yang seluruhnya bisa dilakukan di daerah Ngebel.“Kalau di hutan ada aksi makan ular juga. Mereka (penerbang) juga harus bertahan hidup di tengah hutan juga,” tegasnya.
 
Menurutnya, kali ini latihan survival baru pertama kali di Telaga Ngebel. Ia mengatakan, Telaga Ngebel ini dipilih karena memiliki karakteristik yang ideal untuk latihan survival dasar. “Biasanya di Telaga Sarangan Magetan. Kali ini di Telaga Ngebel. Alhamdulilah pemerintah mendukung, masyarakat, semesta mendukung,” katanya.

Sementara salah satu peserta survival, Letnan Penerbang Didik Firmansyah mengatakan latihan survival seperti ini harus dipunyai sem,ua orang. “Kita sebagai penerbantidak tahu nantinya jika perang jatuihnya dimana. Kegiatan ini sebagai pengingat diri,” kata Didik. (mia/n.dian/red)
 
 

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »