Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




PMII Pacitan Kawal Pembangunan Tugu APPN

by : On Februari 13, 2019

Ketua PMII Pacitan Rojihan
Pacitan, Pewarta - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tidak ingin rencana perombakan perempatan penceng bersamaan dibangunnya tugu Anugerah Parasamya Purnakarya Nugraha (APPN) dilakukan secara asal-asalan. Salah satunya mengabaikan saluran air di kawasan perempatan penceng yang memiliki potensi penyebab terjadinya luapnya air ke jalan dan kawasan yang lain seperti yang beberapa bulan lalu. ‘’  Pembangunan tugu APPN boleh asal kekhawatiran warga juga diperhatikan. Salah satunya ancaman banjir dari saluran air yang dangkal, ’’ jelas Ketua Pengurus PMII Pacitan, Rojihan.

Tidak salah jika PMII Pacitan terus mengawal jika pembangunan Tugu APPN tidak memperhatikan penataan perempatan penceng. Pasalnya saluran irigasi di lingkungan tersebut sempat nyaris meluber akibat pendangkalan. Warga mulai lega setelah dilakukan normalisasi usai desakannya. Selain normalisasi, perlu penanganan preventif dengan penambahan daya tampung saluran air. ‘’ Harus disesuikan lagi dengan kondisi sekarang. Mungkin aliran air yang melalui saluran tersebut sudah jauh lebih banyak dibanding sebelum-sebelumnya, ’’ tuturnya.

Menurutnya rencana pembangunan Tugu APPN wajib melalui proses pembahasan terukur. Mulai dari bentuk, ukuran hingga penataan lokasi disekitarnya. Melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki keterkaitan erat. Diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait pembangunan, Dinas Perhubungan (Dishub) terkait lalulintas jalan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait reklame dan lainya. ‘’ Harusnya semua wajib dilibatkan. Jangan sampai setelah jadi, ada yang bermasalah terkait tanggungjawabnya, ’’ imbuhnya.

Usai pembahasan rampung, dia pun mewanti-wanti agar pekerjaan pembangunan APPN dilaksanakan sesuai aturan. Mulai perencanaan, lelang hingga pelaksanaan pekerjaan. PMII juga berharap kepada masyarakat ikut dalam pengawasan pembangunan pekerjaan yang mulai dipikirkan 2017 lalu. Dia tidak ingin tugu yang digadang-gadang menjadi landmark kota 1001 goa tersebut berakhit tragis akibat pembangunan yang kurang maksimal. ‘’ Jangan sampai ada yang main-main sehingga konstruksi tidak maksimal. Apalagi rusak tidak lama dari pembangunan, ’’ tegasnya.

Meski begitu, dia pun tidak berkomentar banyak terkait dipilihnya Anugerah Parasamya Purnakarya Nugraha sebagai model tugu di perempatan penceng. Hal tersebut wajar mengingat anugrah prestisius tingkat nasional.  Itupun dianggapnya lebih baik dibandingkan reklame yang ada saat ini. Bahkan keberadaan reklame di kawasan perempatan penceng pun disebutnya berlebihan. ‘’ Sudah terlalu banyak rekleme juga disana, perlu di rapikan dan agar lebih ditekankan kepada tugu yang memotivasi masyarakat, ’’ tambahnya.

Seperti dberitakan sebelumnya, rencana pembangunan Tugu APPN kembali dibahas. Bersamaan dengan pembangunan tugu yang mulai direncanakan tahun 2017 lalu, dilakukan perombakan besar-besaran kawasan perempatan penceng. Salah satunya pemindahan Pos Lantas 9.0 di sudut perempatan.(rjh)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »