Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Lestarikan Budaya Jawa, Dindik Pacitan Gelar Festival Karawitan

by : On Februari 27, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Pacitan, Pewarta - Pada jaman dahulu Karawitan hanya tumbuh dan dikembangkan di dalam lingkungan keraton. Dalam keraton, para bangsawan dan kerabat Keraton boleh dikatakan wajib menguasai ilmu dan bidang Karawitan, selain itu ada Tembang dan Tari.

Seni Karawitan dikenal sejak jaman Kalingga, pada jaman raja Syailendra. Hingga pada jaman Majapahit, seni karawitan telah berkembang dengan baik, dengan mulainya perkembangan  berbagai penunjang muncul seperti ricikan lebih banyak dan lengkap seperti yang ada seperti saat ini yang terus berkembang .
Bupati Pacitan Indartato memukul gong sebagai tanda festival dibuka
Namun dengan perkembangan teknologi  semakin pesat, seni karawitan  mulai menurun diminati masyarakat dari kalangan muda maupun tua.

Dengan demikian pada kesempatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan Ke-274. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Gelar Festival Karawitan Pelajar selama 2 hari tingkat SD/SMP/SMA-SMK/MA telah usai, dan di lanjutkan dengan Lomba Geguritan Guru PAUD seperti yang di gelar hari ini  dengan tema "Ngabekti Marang Wong Tuo", di Pendopo Kabupaten. Rabu (27/02/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan Daryono menerangkan tujuan terselenggaranya kegiatan karawitan ialah guna memupuk budaya jawa dan menambah pengetahuan terhadap guru piaud.

"Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya jawa dan menambah pengetahuan kepada guru piaud"terangnya saat sambutan pembukaan lomba festival Karawitan tingkat Paud.

Sebelum membuka acara dengan tanda menabuh gong Bupati Pacitan Indartato mengatakan "Dengan tema Bekti Marang Wong Tuo Ini, saya kira adalah pembelajaran   karakter yang paling bagus, dan dengan berawal ini semuanya, akan membawa negara kita lebih maju, kalau semuanya bekti dengan orang tua saya yakin semua bekti, tapi maksud kami yang lebih ini bisa lebih apa yang kita harapkan"ungkapnya didepan peserta Festival Karawitan guru Tingkat Paud, Taman Kanak-Kanak perwakilan 12 Kecamatan.
Lebih lanjut Bupati  Indartato menjelaskan ada dua syarat yang harus dilakukan saat ngabekti dengan orang tua " gelem (mau) artinya Menyadari Bahwa Kita dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua, temen ngawulo  ngabe─Ěti marang bapak Ibu ( benar-benar tulus ngabdi kepada ayah ibu) karena doa orang tua merupakan doa yang mustajab"pungkasnya

Kejuaraan diambil kategori TK juara 1,23, Kelompok bermain 1,2,3
Naskah 1,2,3 dan dinilai tiga juri diantaranya Dinas pendidikan, Guru bahasa jawa, dan Seniman Pacitan.(rjh)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »