Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Ketua Komnasdik Desak Pemkab Magetan Keluarkan Larangan Perayaan Valentine’s Day

by : On Februari 13, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Magetan, Pewarta  - Ketua Komisi Nasional (Komnas) Pendidikan Kabupaten Magetan, Imam Yudhianto S., SH, SE, MM mendesak Pemkab Magetan khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), agar segera mengeluarkan surat larangan perayaan hari valentine ke semua intitusi pendidikan di seluruh tingkatan se-Kabupaten Magetan. Hal ini dikarenakan perayaan tersebut dikhawatirkan berdampak negatif. Tiap tanggal 14 Februari para remaja banyak yang merayakan Valentine's Day dengan berbagi kue dan coklat sebagai wujud tanda cinta atau kasih sayang. Hal ini sering kali kemudian berlanjut ke tindakan negatif yang melanggar norma atau aturan agama,, menurut kami ini bahaya” ujar Imam di ruang kerjanya, Rabu (13/02/2019).

Imam menilai perayaan Valentine’s Day adalah budaya luar yang membawa ideologi liberalime, merupakan tindakan mubazir dan seringkali memicu seks bebas / pra nikah, sehingga bertentangan dengan budaya Indonesia. Paradigma yang berkembang perayaan valentine tidak dimaknai sebagai kasih sayang dalam arti luas (humanity care), akan tetapi kerap kali membuat remaja kehilangan batas dalam merayakannya. “Sudah banyak orang tua yang memberi masukan kepada Komnasdik, termasuk para remaja yang masih memiliki kepedulian terhadap moral bangsanya, mereka ingin Pemkab bersikap tegas agar melarang para siswa SLTP, SLTA, dan Mahasiswa merayakan Valentine’s Day di dalam maupun di luar area sekolah atau kampus,” tukasnya.

Sudah banyak Pemerintah Daerah yang mengeluarkan seruan larangan perayaan Valentine, seperti: Pasuruan, Surabaya, Malang, Probolinggo, Banyuwangi, Sidoarjo, Tuban, Bangkalan, Bandung, Makassar, Banjarmasin, Aceh, dan lainnya. Dalam hal ini Dinas Pendidikan perlu bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama, SatPol PP dan para pendidik untuk memberikan pencerahan dan edukasi tentang dampak perayaan valentine, seks pra nikah, dan seks bebas. Jika perlu dilakukan tindakan penertiban melalui razia di tempat wisata, hiburan, atau penginapan yang diprediksi kerap digunakan oleh para remaja untuk melakukan seks pra nikah atau seks bebas di hari valentine tersebut. “Koordinasi dengan pimpinan lembaga pendidikan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan sangat penting, mengingat saat ini penggunaan gadget dan adanya media sosial sangat memudahkan para remaja untuk berkomunikasi satu-sama lain untuk melakukan hal-hal diluar batas kesopanan atau norma agama. Maka dari itu perlu ketegasan dalam bentuk aturan atau himbauan tertulis dari Bupati atau Disdikpora agar bisa ditindak lanjuti dengan pembinaan bagi yang melanggar,” tutup Imam. (im/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »