Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Tolak Ajakan Bercinta, Suami Tega Tusuk Istrinya

by : On Januari 18, 2019

Magetan, Pewarta – Lanjar (38), pelaku penusukan hingga mengakibatkan istrinya, Ida Winarsih (35), tewas dbekuk anggota Satreskrim Polres Magetan, Kamis (17/1) malam. Pelaku ditangkap di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan setelah kabur ke wilayah Kecamatan Padangan, Bojonegoro.

Lanjar yang selama ini dikehui bekerja sebagai buruh perkebunan sawit di Kalimantan akhirnya digelandang ke markas polres. Dari hasil interograsi diketahui sebab musabab kekerasan dalam rumah tangga yang  berujung maut tersebut.

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai, mengatakan bahwa pelaku dengan korban sempat cekcok pada Rabu (16/1) malam. Kejadiannya di dalam kamar, rumah orang tua Ida yang masuk Desa Getas Anyar, Kecamatan Plaosan, Magetan.

Kala itu, pelaku meminta berhubungan badan kepada istrinya. Namun, permintaan itu ditolak. "Wegah, wegah,... Pokok e wegah (nggak, nggak,.... Pokoknya nggak)," kata Kapolres sesuai hasil interograsi yang dilakukan kepada Lanjar.



Pria itu menyampaikan bahwa penolakan disampaikan korban dengan nada suara tinggi. Menerima penolakan dari istrinya, Lanjar naik pitam. Cekcok semakin memanas. Hingga kemudian, Lanjar menuju ke dapur untuk mengambil sebilah pisau.

Alat pengiris itu ditusukkan ke bagian punggung korban yang hendak keluar dari rumah. Setelah tusukan kedua, gagang pisau patah yang kemudian dijatuhkan ke lantai. Bersamaan dengan itu tubuh korban tersungkur dengan bersimbah darah.
"Korban sempat berteriak meminta tolong dan memanggil bapaknya yang tinggal serumah," ujar Riffai.

Mendengar teriakan pada tengah malam, Djais (57), mertua Lanjar menghampiri tubuh Ida yang tergeletak di lantai. Saksi sempat menanyakan hal yang terjadi kepada pelaku. Lanjar mengaku telah menusuk istrinya dengan menggunakan pisau dapur.

"Tersangka kemudian mengambil satu pisau lagi di dapur dan diserahkan kepada mertuanya. Ia meminta agar mertuanya menusuk dengan pisau seperti yang dilakukannya pada korban," Rifai menjelaskan.

Keinginan Lanjar tak dituruti Djais. Saksi bersama sejumlah warga membawa Ida ke RSUD dr Sayidiman, Magetan untuk ditangani secara medis. Setelah beberapa jam dirawat, Ida mengembuskan nafas terakhir.

Peristiwa penusukan akhirnya dilaporkan ke polisi. Penyidik Sat Reskrim Polres Magetan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua buah pisau dapur dan pakaian korban yang berlumuran darah.

Riffai menjelaskan dalam menangani kasus ini polisi menerapkan pasal 44 ayat 3 Undang - Undang  RI Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Tersangka diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 45 juta.

Sementara, Lanjar mengaku khilaf saat menusuk punggung istrinya dengan sebilah pisau. Setelah itu, ia melarikan diri hingga ke wilayah Bojonegoro dengan mengendarai sepeda motor miliknya. Namun, ia kembali ke rumah orang tuanya di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol.

Saat itu, polisi yang sudah mengintai langsung membekuknya. "Saya emosi karena mengajak berhubungan badan tapi tidak dituruti (istri)," ucap Lanjar.

Antara Lanjar dengan Ida sudah berumah tangga sekitar 10 tahun ini. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. (n.dian/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »