Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Tipu Warga Jateng, Paspampers Gadungan Dibekuk Polisi Di Ngawi

by : On Januari 03, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ngawi, Pewarta – Petugas gabungan dari Sub Denpom V/1-2 Ngawi, Intel Kodim 0805 Ngawi, dan Subnit 2 Satreskrim Polres Ngawi membekuk DA di kamar 08 Hotel SAA Nuansa Ngawi sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis, (3/01/2019).

Pria berusia 24 tahun asal Dusun Kiplung, Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer, Grobogan, Jawa Tengah itu diduga melakukan tindak pidana penipuan.

"Kami hanya memback up petugas Satreskrim Polres Klaten dalam proses penangkapan ini. Sepenuhnya tersangka langsung ditangani mereka (Polres Klaten) ," terang salah satu petugas.

Dari informasi yang dihimpun infomadiunraya.com, pria yang saban hari bekerja sebagai kuli bangunan itu menipu Fitri Wuryanti (32), warga Desa Gesikan, Gantiwarno, Klaten. Dari tangan korban, pelaku berhasil mengembat satu unit sepeda motor Honda Vario.

Tanpa banyak pertimbangan, Fitri melepas sepeda motornya kepada pelaku. Sebab, keduanya sudah kenal sebelumnya. Apalagi, DA mengaku sebagai anggota Paspampres. Belakangan diketahui, identitas pekerjaan itu hanyalah bualan.

Berdasarkan keterangan korban di Polres Klaten pada 1Januari 2019, awalnya pelaku menghubungi korban melalui aplikasi Whatspps pada Senin, 31 Desember 2018. DA menyampaikan maksudnya untuk meminjam motor kepada Fitri.

Adapun alasannya, untuk mengurus pekerjaan yang ada di Boyolali. Peminjaman itu disertai ancaman, yakni akan menembak jika korban tidak menyerahkan motornya. Karena takut dengan ancaman itu, korban menuruti kemauan pelaku yang berbadan tambun itu.

Fitri akhirnya pergi ke Hotel Srikandi yang masuk kawasan By Pass Tegalyoso, Klaten sesuai permintaan DA. Sepeda motor diserahkan kepada pelaku. Sehari kemudian, pelaku tak kunjung mengembalikan motor milik korban. Setiap kali ditelepon Fitri jawaban DA selalu berkelit dengan berbagai alasan.

Merasa menjadi korban penipuan membuat Fitri melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Klaten. Hingga akhirnya proses pengajaran dan penangkapan dilakukan hingga wilayah Jawa Timur. (ant/n.dian/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »