Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




SMAN 1 Kedunggalar Ikuti Pelajaran Bahasa Inggris Dengan Guru Dari Amerika

by : On Januari 09, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ngawi, Pewarta  – Siswa SMA Negeri 1 Kedunggalar, Ngawi berkesempatan mengikuti pelajaran bahasa Inggris dengan guru dari Amerika Serikat. Kegiatan belajar mengajar akan lebih mengena terutama dalam percakapan atau conversation.

Relawan itu adalah Miranda Bellah yang tiba pada Rabu (9/1/2019). Selain mengajar, lulusan Central Washington University 2017 jurusan Teather Performance juga akan tinggal di rumah penduduk sekitar sekolah yang biasa disebut Smanike itu.

Kepala SMA Negeri 1 Kedunggalar, Tjahjono Widijanto mengatakan bahwa aktivitas mengajar Miranda berlangsung selama dua tahun. Tenggang waktu itu sesuai program kerjasama dengan Peace Corps.

Pearce Corps merupakan lembaga resmi Pemerintah Amerika Serikat yang didirikan JF. Kennedy pada 1964. Lembaga itu menjalin kerjasama dengan Indonesia di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat sejak 2009. "Kami akan memperlakukan Miranda sama dengan guru lain di sini,’’ kata Tjahjono.


Namun, ia akan didampingi mitranya, yakni guru bahasa Inggris ketika memberikan pembelajaran kepada siswa. Adapun tugas lain seperti menjadi pengawas ulangan harian juga akan dilakoni Miranda. “Tetapi tidak boleh mendapat imbalan apapun, jadi nanti model kolaborasi pembelajaran bersama," ujar Tjahjono.

Kedatangan relawan dari Amerika ini, ia menjelaskan, melalui proses yang panjang. Setelah menerima informasi dari Cabang Dinas Wilayah Madiun, SMA Negeri 1 Kedunggalar mendaftarkan diri. Kemudan, mengikuti beberapa tes seperti presentasi dan wawancara.

"Sekolah berminat, mengajukan diri dan mengikuti proses seleksi," tambahnya.

Kasi SMA/PKLK Cabdin pendidikan wilayah Madiun, Purwantini menambahkan, SMAN 1 Kedunggalar merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Ngawi yang mendapatkan bantuan tenaga pengajar asing. Sekolah ini dinyatakan lulus tes uji kelayakan di antara sekian banyak sekolah lain yang mengajukan.

"Kalau peran cabdin sendiri memantau dan memastikan bahwa program ini berjalan lancar. Mudah-mudahan sekolah ini lebih maju dan memberi warna tersendiri dibanding sekolah lain, dan siswa lebih percaya diri dalam berbahasa Inggris," Purwantini mengungkapkan.

Sementara, Ketua komite SMAN 1 Kedunggalar, Eko Agus Joko Susilo berharap dengan kedatangan pengajar asing ini, siswa semakin aktif dalam pembelajaran bahasa Inggris. Tidak hanya bisa menulis tetapi juga mempraktekkan dalam berkomunikasi.

"Dengan penguasaan bahasa Inggris siswa diharap bisa bersaing di era globalisasi. Semoga tidak hanya tahun ini saja, tetapi lanjut tahun-tahun mendatang," ungkapnya.


Sementara, untuk menyambut Miranda Bellah, pihak SMA Negeri 1 Kedunggalar menggelar prosesi sederhana. Acara itu dihadri camat, pemdes, koramil, polsek, serta puskesmas. Miranda nampak terkesan saat menerima cinderamata berupa buku dari sekolah. siswa-siswi SMA Negeri Kedunggalar pun membacakan puisi dan lagu dalam penyambutan relawan asal Amerika Serika itu. (ant/n.dian/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »