Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Situs Mataram Kuno, Bukti Peradaban Abad 10 di Karang Patihan

by : On Januari 16, 2019

Ponorogo, Pewarta - Kabupaten Ponorogo memang memiliki beragam potensi wisata yang layak dikunjungi. Selain reyog yang sudah mendunia, ada juga wisata alam, wisata budaya, dan industri kerajinan yang selama ini menjadi perhatian wisatawan. 

Salah satu tempat wisata budaya yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan netizen di media sosial, yakni situs petirtan Ndoro Den Panji. Terletak di Desa Karang Patihan, Kecamatan Balong, Ponorogo.

Berjarak dua puluh kilometer arah barat daya dari pusat kota Ponorogo. Peninggalan sejarah berupa sendang atau beji ini menurut ahli sejarah dulunya merupakan tempat pemandian serta digunakan sebagai sarana irigasi pada abad-10 masa kerajaan Mataram Kuno.

Menurut Kepala Desa Karang Patihan, Eko Mulyadi saat di lokasi sendang petirtan mengungkapkan bahwa situs tersebut memiliki luas sekitar 16 x 16 meter, dan di dalamnya terdapat kolam yang luas, sedangkan di sebelah barat daya kolam tersebut terdapat dua bilik.

"Ini bukti sejarah, situs ini diperkirakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno pada abad-10 pada masa kekuasaan Mpu Sendok", ungkap Eko Mulyadi, Rabu (16/1).

Selain itu, di sekitar lokasi sendang beji juga banyak dijumpai beberapa arca-arca kuno. Seperti yang terletak di depan sendang, ada dua arca yang sudah teridentifikasi yakni Arca Gupala dan Arca Agesti.


"Ada dua arca yang sudah teridentifikasi, arca Gupala dan Agesti. Dugaan tersebut berdasarkan kendi Kumandalu yang berada di tangan kiri arca", tambahnya.

Eko berharap dengan adanya situs bersejarah ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata andalan di desanya selain wana wisata Gunung Beruk.

Salah satu upaya pemerintah desa Karang Patihan adalah tetap menjaga kelestarian situs tersebut, menjaga lingkungan sekitar, sebagai alternatif meningkatkan perekonomian masyarakat.

Terpisah, Lilik Slamet Raharjo selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo mengapresiasi keberadaan situs petirtan Ndoro Den Panji yang ada di Karang Patihan. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dalam hal pelestarian situs tersebut.

"Terkait adanya situs peninggalan masa kerajaan Mataram Kuno itu, kami dari dinas Pariwisata berupaya dan mendukung sepenuhnya keberadaan situs Ndoro Den Panji. Itu aset wisata daerah yang harus dijaga dan dilestarikan", pungkas Lilik. (ns)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »