Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Prostitusi Online, Lima Orang Diperiksa Polres Madiun

by : On Januari 14, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Madiun, Pewarta – Lima orang diamankan aparat Polres Madiun Kota di salah satu hotel Jalan Pahlawan, Minggu (13/1/2019) malam. Dua pria, yaitu Cecep (23) dan Angga (25), muncikari. Selain itu, dua pekerja seks komersial (PSK) prostitusi online. Adapun perempuan lainnya hendak menemui muncikari untuk memperjelas pekerjaan yang akan digeluti.

Kasubag Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani, mengatakan bahwa dua muncikari sedang diperiksa di Unit Tipiter. Sedangkan dua PSK dimintai keterangan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak. “Untuk PSK diperiksa sebagai korban dan untuk muncikari masuk penyidikan. Kalau satu (perempuan lainnya) sebagai saksi,’’ Ida menjelaskan.

Ia menyatakan pengungkapan prostitusi online itu bermula dari kecurigaan polisi. Pada laman akun Facebook milik salah satu muncikari menampilkan foto perempuan yang disebut sebagai foto model. Pada dinding media sosial itu juga menuliskan BO alias booking order. Penyelidikan mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Seorang anggota Satreskrim sengaja memesan PSK melalui nomor WhatsApps yang tertera di Facebook tersebut. Langkah ini untuk mengecek kebenaran tentang postingan ihwal prostitusi online. Hasilnya diketahui bahwa pemilik akun memang bisa menyediakan perempuan untuk diajak kencan.

Tak berselang lama, polisi menerima informasi tentang praktik prostitusi yang sedang berlangsung di salah satu hotel di Jalan Pahlawan Kota Madiun, Minggu malam. Penggerebekan pun dilakukan di kamar nomor 101 dan 102. Di tempat itu polisi berhasil menggrebek ketika PSK dan pria pemesan jasa esek-esek hendak melakukan hubungan badan.

Lima orang digelandang ke Markas Polres Madiun Kota untuk diinterogasi. Dua PSK mengaku diperdagangkan oleh para muncikari selama beberapa waktu terakhir.  Untuk tarif satu PSK sebesar Rp 1 juta dengan durasi waktu booking satu jam.

Ida mengatakan, uang transaksi yang didapat dibagi antara PSK dengan muncikari. Adapun prosentasenya 50 : 50 untuk ER, dan 40 : 60 untuk AN. Sedangkan, VT merupakan saksi lantaran keberadaannya di hotel tidak untuk melayani lelaki pemesan. Namun, memperjelas pekerjaan yang ditawarkan oleh Cecep dan Angga.

“Korban belum menerima uang, jatahnya akan diberikan setelah melayani pemesan,’’ ujar Ida sembari menyatakan pemesanan dilangsungkan via WhatsApp antara muncikari dengan lelaki pemesan layanan seks online.

Dalam menangani kasus ini, ia melanjutkan, kedua muncikari terancam dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang atau pasal 296 KUHP tentang membiarkan perbuatan cabul atau pasal 506 KUHP tentang muncikari. Hukuman pidananya paling singkat selama tiga tahun dan paling lama 15 tahun.

Ida melanjutkan, hingga saat ini polisi terus melakukan pengembangan kasus. Dimungkinkan prostitusi online ini melibatkan sejumlah pihak lain. (n.dian/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »