Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Politik Perempuan(Kesetaraan Demokrasi Gender Di Indonesia

by : On Januari 02, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI



(Oleh: Erwan Dwi Wahyunanto-Ketua Umum PC PMII Ponorogo)




Membincang soal kesetaraan hak antara laki-laki dan wanita saat ini bukanlah menjadi hal yang tabu lagi di tengah-tengah masyarakat. Bahkan dalam kehidupan keseharian manusia sekat yang membatasi antara laki-laki dan perempuan kian hari semakin tak begitu muncul dipermukaan. Dalam segala sisi kehidupan bermasyarakat, baik itu dalam kehidupan berumahtangga, ekonomi, pendidikan, peranan sosial hingga partisipasi dalam politik kekuasaan hampir-hampir tidak mengenal perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Fenomena-fenomena kesetaraan itu akan dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan keseharian kita dimasyarakat.

Wacana tentang kesetaraan gender ataupun gerakan feminisme memang telah menjamur dan berkembang begitu pesat. Kesetaraan gender ataupun gerakan feminisme memang bukan sesuatu yang baru. Gerakan kesetaraan tersebut dalam banyak literatur yang ditemukan merupakan gerakan yang terlahir dari barat pada permulaan abad ke-17. Gerakan ini lahir sebagai respon terhadap fenomena sosial di barat pada waktu itu. Bagaimana dalam masyarakat barat telah menempatkan perempuan menjadi makhluk kedua setelah laki-laki di dunia ini. Keadaan yang diperparah oleh doktrin gereja yang mengatakan bahwa perempuan sebagai sumber dosa dan berhubungan dengan perempuan adalah suatu tindakan yang terkutuk.

Kondisi diskriminatif tersebutlah yang kemudian mengilhami beberapa tokoh perempuan di barat dengan secara diam-diam melakukan gerakan kecil-kecilan untuk menentang dominasi laki-laki. Tokoh-tokoh gerakan perempuan macam Elizabeth Candy Staton dan Susan B. Anthony menjadi pelopor gerakan kebangkitan perempuan pada masa itu. Melalui surat kabar The Revolution mereka menyuarakan ketidaksepakatannya atas diskriminasi yang dialami oleh kaum perempuan. Lewat surat kabar tersebut juga mereka suarakan tuntutan kesetaraan antara kaum laki-laki dan perempuan.

Sebenarnya jauh sebelum adanya gerakan perempuan dibarat lahir, di dunia muslim telah ada model gerakan seperti yang terjadi di dunia barat tersebut. Sukayna Binti Husayn Bin Ali Bin Abi Thalib dan Zaynab Binti Ali Bin Abi Thalib menjadi contoh tokoh wanita muslim yang sangat luar biasa dalam menentang ketidakadilan yang dialami perempuan semasanya. Mereka menolak poligami dengan alasan apapun dan baginya monogami adalah harga mati. Termasuk juga menolak segala macam bentuk kekerasan terhadap wanita. Sayang tidak banyak yang tahu tentang keberadaan tokoh tersebut sebagai tokoh pejuang kesetaraan laki-laki dan wanita.

Perkembangan gerakan perempuan tersebut sangat kita rasakan sampai saat ini. Di abad 21 ini kita bisa melihat hasil yang gemilang dari gerakan tersebut. Tidak sedikit perempuan dalam banyak hal telah mengerjakan apa yang biasanya lelaki kerjakan. Bahkan dibeberapa negara, perempuan telah banyak yang menempati posisi teratas dalam jabatan pemerintahan. Di indonesia semisal, Megawati Soekarno Putri yang pernah menjabat sebagai wakil presiden dimasa kepemimpinan Gus Dur dan kemudian menggantikannya sebagi Presiden adalah menjadi salah satu contoh dimana gerakan kesetaraan tersebut telah mencapai hasilnya. Belum lagi contoh lain dalam pemerintahan di Indonesia, akan banyak kita jumpai perempuan-perempuan juga telah mengambil posisi strategis di pemerintahan baiksebagai menteri atau anggota dewan dari level pusat sampai daerah.

Kesetaraan demokrasi gender tersebut juga nampak terlihat terutamadalam Pemilu 2019 yang akan datang. Beberapa waktu yang lalu Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah mengumumkan jumlah Calon Legislatif yang akan mengikuti Pemilu 2019. Ada sebanyak 7.968 Calon Legislatif (Caleg) DPR yang telah lolos verifikasi untuk mengikuti pemilu 2019. Dari 7.968 Caleg DPR tersebut sebanyak 4.774 adalah laki-laki. Sedangkan 3.194 lainnya merupakan Caleg perempuan.Sedangkan dari Calon Legislatif DPD yang telah lolos verifikasi sebanyak 807 orang dengan rincian 671 calon laki-laki dan 136 lainnya adalah perempuan. Dari Calon Legislatif DPR tersebut prosentase Caleg perempuan mengalami peningkatan sebanyak 3% dari Pemilu 2014. Yakni dari angka 37% menjadi 40% jumlah Caleg perempuan.

Dari data yang dipaparkan oleh KPU RI tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa proses kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalampartisipasinya menjadi peserta pesta demokrasi di Indonesia selalu mengalami peningkatan. Walaupun memang disisi lain dari total keterwakilan yang diberikan untuk perempuan yakni sebanyak 30% yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 10 Tahun 2008 masih jauh untuk bisa terpenuhi. Namun setidaknya dengan adanya peningkatan Caleg perempuan dari tahun ke tahun di Indonesia menandakan bahwa kesetaraan demokrasi gender terus mengalami perbaikan.

Keterlibatan perempuan dalam pesta demokrasi semacam ini harus kita dorong bersama. Dan saya berharap di tahun 2019 nanti jumlah Caleg perempuan yang terpilih angkanya meningkat dibanding 2014 yang lalu. Lebih-lebih dari 30% kursi untuk perempuan bisa terpenuhi seutuhnya. Hal ini penting guna mendorong proses kesataraan berdemokrasi di republik ini. Agar perempuan juga mampu untuk menyalurkan ide dan gagasannya melalui kebijakan-kebijakan guna pembangunan dan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »