Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Menristekdikti Tekankan Sinergi Perguruan Tinggi Dengan Industri

by : On Januari 09, 2019

Madiun, Pewarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan bahwa persaingan dalam era revolusi industri 4.0 menuntut sinergisitas antara perguruan tinggi berbasis vokasi seperti politeknik dengan dunia industri.

Sinergisitas itu dinilai menjadi solusi mempercepat penyediaan calon tenaga kerja yang siap berkompetisi. Sebab, para lulusannya telah memiliki ketrampilan khusus yang dibutuhkan dalam revolusi industri.

“Pendidikan vokasi tidak hanya menyediakan materi secara teori tapi juga praktek. Sehingga lulusannya memperoleh keterampilan khusus sesuai bidangnya,’’ kata M.Nasir ketika menghadiri kuliah tamu bertajuk Mendorong Pendidikan di Politeknik Untuk Mempersiapkan Lulusan Unggul Era Revolusi Industri 4.0 di Politeknik Negeri Madiun, Rabu (9/1/2019).

Untuk lebih mengoptimalkan lembaga pendidikan tinggi, menurut M.Nasir perlu adanya perubahan sistem pembelajaran. Selain itu, juga menyediakan sertifikasi keahlian bagi lulusannya sebagai pendamping ijazah.

”Sertifikat keahlian ini yang dibutuhkan oleh industri dan perusahaan. Ke depan bukan lagi ijazah yang penting,’’ kata M.Nasir

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan minat angka partisipasi kasar (APK) masyarakat masuk ke perguruan tinggi masih rendah. Dari data yang dihimpun Kemenristekdikti, APK Indonesia saat ini masih berada di angka 34,58 persen dari total penduduk Indonesia. Bahkan, tenaga kerja saat ini didominasi lulusan SMP ke bawah.

Karena itu, Kemenristekdikti berencana meningkatkan jumlah pendidikan vokasional di Indonesia. ‘’Harapannya, politeknik jadi program nasional mempercepat kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan angka bonus demografi di Indonesia,’’ kata dia.

Sementara itu, kedatangan Menteri M. Nasir ke Politeknik Negeri Madiun sudah berlangsung tiga kali selema beberapa waktu terakhir. Ia senantiasa memberi motivasi agar lembaga pendidikan itu mencetak lulusan yang siap berkompetisi era globalisasi. (yon/n.dian/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »