Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Kemas Tradisi Demi Pikat Pengunjung Wisata Baru

by : On Januari 22, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Madiun, Pewarta - Pemerintah Kabupaten Madiun melalui dinas pariwisata pemuda dan olahraga (DISPARPORA) terus berupaya mengembangkan dan mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Madiun Salah satunya Kampung Ceria di Desa Pule, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun

Pengelolaan wisata berbasis swadaya masyarakat terus berkembang di Kabupaten Madiun. Tidak hanya memanfaatkan keindahan alam Gunung Wilis, seperti Watu Rumpuk di Kecamatan Dagangan dan Nongko Ijo di Kecamatan Kare. Water park mini pun mulai dibuka pada pertengahan Desember 2018.

Beragam cara dilakukan untuk memperkenalkan destinasi wisata baru di Kabupaten Madiun. Salah satunya melalui even bertajuk ‘Festival Rendengan Kampung Wisata Ceria’ yang digelar di Desa Pule, Kecamatan, Sawahan, Minggu (20/1/2019).


Tradisi kenduri kendi yang biasa dilakukan masyarakat terdahulu Desa Pule, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun akan dihidupkan kembali oleh para pemuda setempat. Upacara atau ritual yang diyakini sebagai menolak bencana menjelang musim hujan ini akan dikemas menjadi Festival Rendengan.


Ritual ini tidak memakai tumpengan atau sesaji. Ritual di sini hanya istilah, para wanita di desa setempat akan berduyun-duyun sambil membawa kendi berisi air menuju ke sawah yang telah selesai dipanen. juga menyuguhkan performing art Klenting Kendi yakni beberapa perempuan cantik menari sambil membawa kendi berisi air.

Festival Rendengan yang dihadiri Forpimca Sawahan, Duta Wisata Kabupaten Madiun Kang Mas Nimas serta ribuan warga masyarakat tersebut dibuka dan ditandai dengan pemecahan kendi..
Kepala Desa Pule, Anton Setyoko, mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan penggabungan antara tradisi dan wisata. Adapun tradisi warga setempat setiap memasuki musim hujan adalah ritual kenduri kendi. Kenduri berarti selamatan sedangkan kendi adalah tempat air seperti teko yang terbuat dari tanah liat.



Festival Rendengan ini lanjut Anton diharapkan menjadi daya tarik wisatawan dan menjadi ikon desa yang klaim sebagai Kampung Wisata Ceria Pule. Pun, desa dengan jumlah penduduk 800 orang ini juga memiliki mini waterpark yang diberdayakan oleh masyarakat dan BUMDes. "Kegiatan ini untuk merangsang kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa. Ke depan diharapkan ini mampu memberikan stimulan atau kreatifitas pemuda untuk berkelanjutan.(ant/ red)


SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »