Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Gunakan ADD dan DD, Pemdes Pule Kembangkan Kampung Wisata Ceria

by : On Januari 09, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Madiun, Pewarta – Pengelolaan wisata berbasis swadaya masyarakat terus berkembang di Kabupaten Madiun. Tidak hanya memanfaatkan keindahan alam Gunung Wilis, seperti Watu Rumpuk di Kecamatan Dagangan dan Nongko Ijo di Kecamatan Kare. Water park mini pun mulai dibuka pada pertengahan Desember 2018.

Lokasi wisata buatan yang memiliki fasilitas tiga kolam renang yang diberi nama 'Kampung Wisata Ceria' ini berada di Desa Pule, Kecamatan Sawahan.
Selain dapat menikmati air, pengunjung juga dimanjakan dengan aneka kuliner di rumah makan yang tak jauh dari kolam renang. Taman yang tersedia di lokasi ini menambah keindahan panorama.

Untuk dapat menikmati wahana wisata ini pengunjung tak harus merogoh kocek terlalu dalam. Pihak pengelola, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hanya menarik Rp 3.000 untuk tiket masuk per orang.

Kepala Desa Pule Anton Setyoko, Selasa (8/1/2018), mengatakan uang yang dihasilkan dari penjualan tiket digunakan untuk pengembangan dan pengelolaan wahana. Selain itu, masuk ke kas desa lantaran lokasi wisata itu berada di bengkok dengan luas 1.700 meter persegi. Adapun prosentase pemanfaatan hasil penjualan tiket itu 70 : 30.

Ia menuturkan, pengelolaan 'Kampung Wisata Ceria' berawal dari upaya meningkatkan perekonomian desa. Selain itu, lebih membuka kesempatan warga dalam mengais rezeki. Mereka dapat mengambil peran sebagai penjajah makanan di stan yang sudah disediakan, juru parkir dan beberapa peluang usaha lain.
"Pada tahap awal ini sudah tujuh orang yang bekerja. Tapi yang tiga orang hanya hari tertentu," ujar Anton.

Ia optimistis, pengelolaan lokasi wisata itu bakal berkembang lebih baik. Belum genap sebulan pascadibuka pada 15 Desember lalu, sebanyak 400 pengunjung datang rata-rata sepekan. Karena itu, upaya pengenalan dan penambahan fasilitas akan diteruskan.


Pembuatan 'Kampung Wisata Ceria' di Desa Pule menghabiskan dana Rp 540 juta. Uang sebanyak itu bersumber dari Anggaran Dana Desa, Dana Desa, dan dana program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) dari Kementrian PUPR tahun 2018. (ant/n.dian/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »