Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Cegah Banjir, Sungai Di Kabupaten Madiun Dibersihkan

by : On Januari 23, 2019


Madiun, Pewarta – Petugas dari BPBD, Kepolisian, PMI, relawan, dan warga melakukan pembersihan di Dam Serut, Dusun Pojok, Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (23/1/2019).

Mereka mengangkat sampah dan ranting bambu yang menumpuk. Kotoran itu menyumbat aliran air hingga mengakibatkan banjir pada Jumat (18/1/2019) malam. Dampaknya, jalur alternatif Madiun - Caruban via Dimong tertutup air bah selama beberapa jam.

"Memang banjir yang sering terjadi karena sumbatan di kali ini," kata Darwono, salah seorang perangkat Desa Ngadirejo.

Menurut dia, banjir memang sering terjadi di Desa Ngadirejo setiap musim hujan. Sebab, Dam Serut tak mampu menampung air dengan debit tinggi dari empat aliran, yaitu Kali Wuluh, Waduk Dawuhan, Kali Tempuran, dan Kali Lo Putul.

Daerah hulu kali tersebut berada di wilayah hutan yang masuk kawasan Lereng Gunung Wilis. Sedangkan hilirnya berada di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo sebelum air masuk pintu 12 Sungai Bengawan Madiun.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBB Kabupaten Madiun, Ervan, mengatakan bahwa Desa Ngadirejo merupakan salah satu kawasan rawan banjir. Selain itu, sedikitnya ada enam desa lain di wilayah Kecamatan Wungu, Kecamatan Madiun, Balerejo, Kebonsari, dan Pilangkenceng yang juga rawan bencana tersebut.

Empat Early warning system (EWS) telah dipasang di empat titik, yaitu Tempusari, Kecamatan Wungu; Sumberejo, Kecamatan Madiun; Palur, Kecamatan Kebonsari; dan Glonggong, Kecamatan Balerejo.

Pemasangan EWS sejak 2014 digunakan untuk memantau kenaikan debit air kali sehingga warga lebih waspada.( n.dian/ant/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »