Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Wawali Madiun Terpilih, Komitmen Perangi Korupsi

by : On Desember 09, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Madiun, Pewarta - Peringati Hari Korupsi (HAK) se-dunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember, Jaringan Pekerja Budaya dan LSM Abimantrana mengajak seluruh elemen untuk menanamkan budaya anti korupsi mulai dari anak-anak dan warga kota Madiun.

Bertempat di lapangan Gulun Kota Madiun, puluhan peserta peringatan HAK se-dunia berkomitmen untuk membudayakan kejujuran sehingga terwujudnya kota Madiun dari bahaya laten korupsi, Minggu (9/12/2018).

Peringatan diisi bermacam tampilan lagu dan pembacaan puisi tentang anti korupsi oleh seniman Nasional maupun lokal Kota Madiun. Juga dilakukan pemasangan gembok di monumen kejujuran sebagai tanda komitmen anti korupsi.

"Dengan kejujuran maka kita harapkan korupsi itu akan tidak ada dan kedepannya, semoga di Kota Madiun pemerintah akan lebih transparan kepada masyarakat," ujar Inda Raya, Wakil Walikota Madiun terpilih periode 2019-2024 yang hadir di lokasi.

Bagi Inda, monumen gembok merupakan ikrar untuk melawan korupsi dengan mengedepankan kejujuran yang diwujudkan dengan penyematan gembok di monumen tersebut.

Meskipun gembok itu hanya sebagai simbol, lanjut Inda, tetapi paling tidak bisa mengingatkan kita akan keinginan kuat kita untuk menghindari, mencegah dan melawan korupsi dimanapun.

"Kalau di dalam pemerintahan, contohnya seperti transparansi penganggaran. Yang sekarang memang sudah transparan, maka kedepan bisa dipertahankan dan ditingkatkan," urainya. (rif/ant/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »