Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Tak Kunjung Cair, DD Termin Tiga Dikeluhkan

by : On Desember 08, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI



Magetan, Pewarta - Sebagian kepala desa di Kabupaten Magetan, mengeluhkan pencairan dana desa (DD) tahap tiga yang belum turun. Sehingga, mengakibatkan proses pembangunan yang tengah berjalan jadi terhambat.

Salah satu Kepala Desa di kecamatan Parang mengatakan keterlambatan pencairan dana desa sudah sering terjadi. Bahkan bisa disebut sudah menjadi budaya.

Dia mengatakan, dana desa cair tergantung dari cepat atau tidaknya desa melaporkan pertanggungjawaban dan mengajukan permohonan pencairan dana desa tahap berikutnya." ujarnya

Dia khawatir ketika anggaran cair maka realisasi pembangunan terhambat, karena faktor cuaca yang sudah memasuki musim hujan.

Infrastruktur fisik tentu mengandalkan cuaca panas misalnya pengaspalan, pembangunan drainase, sampai rehabilitasi dan pembangunan lainnya. Pemdes juga harus menyusun laporan dan lain sebagainya." imbuhnya
Menanggapi hal tersebut Kepala Permas Kabupaten Magetan Yuli Iswahyudi menjelaskan, proses DD, ADD dan bagi hasil terlambat karena proses dari pusat terlambat, kedua pejabat baru BPPKAD, sehingga perlu adanya penataan baru terkait kuitansi dan yang berhak menanda tanganinya, serta administrasi tidak saja desa, juga melibatkan camat, dinas PMD,  BPPKAD dan bank jatim baru bisa tranfer ke desa” jelasnya

Saat ini, lanjutnya, semua dokumen sudah dikirim ke Dinas PMD diteruskan ke BPPKAD semoga secepatnya dicairkan." tutupnya. (mar)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »