Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Sosialisasi RTTG Kabupaten Magetan 2018

by : On Desember 13, 2018

Magetan, Pewarta - Dalam melaksanakan Program dari pusat dan meningkatkan pelayanan pemerintah Kabupaten Magetan melalui dinas DPUPR mensosialisasikan Perencanaan tata tanam tahunan terdiri dari Rencana Tata Tanam Global (RTTG), Rencana Tata Tanam Detail (RTTD) , JDIH.Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum  Kementerian

Sebelumnya dinas kabupaten/kota atau provinsi yang membidangi irigasi menghitung dan mengevaluasi debit andalan yang ada untuk digunakan pada saat penyusunan rencana tata tanam oleh P3A (Pemberdayaan Petani Penggunaan Air) maupun Gabungan P3A.

Langkah penyusunan Rencana Tata Tanam adalah sebagai berikut ; Langkah 1 Pertemuan P3A untuk menentukan usulan rencana tata tanam yang diinginkan secara musyawarah bersama anggotanya. Berdasarkan hak guna air yang diberikan dengan mengisi blangko 01-O, selambat-lambatnya 2 bulan sebelum MT(Masa Tanam)

Langkah 2 ,GP3A(Gabungan Pemberdayaan Petani Pemakaian Air) bersama seluruh anggotanya mengadakan rapat lengkap untuk membahas usulan Rencana Tata Tanam (RTT) di masing-masing wilayah kerjanya. 

Langkah 3 Pengurus GP3A membawa usulan RTT tersebut ke dinas melalui juru/pengamat yang selanjutnya direkap dalam blangko 02-O dan 03-O selambat-lambatnya 1 bulan sebelum MT(masa tanam) dan dievaluasi serta dikoordinasikan dalam Komisi Irigasi kabupaten/kota atau provinsi guna menentukan Rencana Tata Tanam Tahunan.

Langkah 4 Komisi Irigasi kabupaten/kota atau provinsi mengkoordinasikan usulan-usulan dari Gabungan P3A dalam rapat penentuan RTT Tahunan dalam satu daerah irigasi (DI). Dalam penentuan RTT Tahunan tersebut agar mempertimbangkan ketersediaan air irigasi, rencana pemeliharaan jaringan irigasi, hama dan penyakit tanaman. Pihak-pihak penyedia sarana produksi pertanian mengacu kepada RTT Tahunan yang ditetapkan.

Langkah 5 RTT Tahunan meliputi Rancana Tata Tanam Global (RTTG) dan Rencana Tata Tanam Detail (RTTD). Langkah 6 Hasil koordinasi ini disosialisasikan dalam forum GP3A yang selanjutnya disebarluaskan kepada para P3A dan JDIH Kementerian PUPR

Langkah 7 Masing-masing P3A mensosialisasikan kesepakatan RTT Tahunan tersebut kepada anggota P3A. Mengingat ketersediaan air pada sumber-sumber air tidak merata (konstan) sepanjang tahun dimana pada awal musim hujan yaitu pada saat pengolahan tanah, debit yang tersedia dari sumber air maupun hujan masih kurang, maka rencana tata tanam diatur dengan sistem golongan. Pengaturan jadwal waktu mulai pengolahan tanah tiap golongan berbeda antara 10 sd. 15 hari menyesuaikan ketersediaan debit air.

Dengan pengaturan golongan beban puncak kebutuhan air dapat ditekan sehingga mendekati debit maksimum ketersediaan air di bendung. Jenis golongan dapat dibagi menjadi golongan vertical,  golongan horizontal, dan golongan tersebar Pemilihan golongan ini tergantung dari  kesiapan petugas atau pelaksana lapangan yang melaksanakan kegiatan operasi sosialisasi kepada para anggota P3A untuk dapat dilaksanakan di daerah masing-masing.(mar .s/Ipung A)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »