Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Sathar 65 Diresmikan KSAU

by : On Desember 11, 2018

Magetan, Pewarta - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna meresmikan Satuan Pemeliharaan 65 (Sathar 65) yang merupakan satuan pelaksana dari Depo 60 (Depohar 60) yang berada di Lanud Iswahjudi, Rabu (12/12/2018).

Prosesi peresmian satuan baru di jajaran TNI AU tersebut dilaksanakan dengan upacara militer di lapangan Depohar 60 Lanud Iswahjudi. Bertindak sebagai komandan upacara, Letkol Tek M. Iwan Setiawan yang sehari-hari bertugas sebagai Komandan Sathar 61.

KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, TNI AU memiliki Depo yang memelihara persenjataan baik senjata darat maupun udara, namanya Depohar 60.
Depohar 60 berada dibawah Komando Pemeliharaan Materiil AU (Koharmatau). Didalam Depohar 60 ada beberapa Sathar yakni Sathar 61, Satgud 62, Satgud 63, dan Sathar 64.

Tugas Sathar 65 adalah melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan peluru kendali udara ke udara (air to air), udara ke darat (air to ground), dari darat ke udara (ground to air), serta peralatan pendukung pemeliharaan rudal.

KSAU menjelaskan, dibentuknya Sathar 65 ini karena beban Sathar 61 terlalu berat yakni memelihara senjata darat dan udara. Pun, seiring perkembangan jaman, Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) semakin canggih dan banyak yang datang, sehingga untuk pemeliharaan senjata darat dengan rudal harus dipisah.

"Rudal dipelihara di Sathar 65 yang dibentuk sekarang. Harapannya, kinerja Sathar 61 dan Sathar 65 semakin baik, pemeliharan terjamin, dan kesiapan operasi akan meningkat," ungkap Yuyu Sutisna.

Ditambahkan, Alutsista yang dipelihara di Sathar 65 ini banyak dan terus bertambah. Seperti, AIM 9 yang jenisnya 3 macam, ada rudal Mavrick, rudal-rudal dari Rusia, ini yang sudah dipesan yaitu rudal Nazam dan Amram. Sehingga tidak mungkin dikerjakan oleh satu sathar yang mana juga mengerjakan senjata darat.

"Supaya lebih efektif dan tidak overload, yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan kewaspadaan menurun, kesiapan operasional rendah, dan yang terpenting adalah keselamatan terbang," terang KSAU.

Semua kebutuhan pembentukan Sathar baik personel maupun infrastruktur dipersiapkan secara bertahap.Selama ini kita memiliki senjata peluru kendali jarak pandang yang pendek, sekarang sudah melangkah ke senjata yang jarak pandangnya medium keatas sekitar 30 kilometer lebih.

"Semua pemeliharaan senjata Angkatan Udara dibawah Depohar 60, disini ini (Lanud Iswahjudi.red)," pungkasnya.

Pada kesempatan ini, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyerahkan Tunggul Sathar 65 'Bhakti Karya Astra Wisesa' kepada Letkol Tek Arie Santoso yang akan memimpin Sathar 65 dalam menjalankan tugas-tugasnya. (ant/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »