Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Peras Guru, Oknum Wartawan Divonis Empat Bulan Kurungan

by : On Desember 04, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

ilustrasi sumber internet
Madiun, Pewarta - Suhartono (40), oknum wartawan Koran Mingguan Metro Jatim area Magetan dan Ngawi yang menjadi terdakwa dalam kasus pemerasan terhadap Yusriani, guru SD Negeri 1 Karangrejo, Kecamatan Wungu akhirnya divonis hukuman empat bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun.
Dalam sidang putusan yang digelar Selasa (4/12/2018) tersebut, warga Perum KD Prima Indah RT 20, RW 04 Desa/Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang itu dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 368 KUHP.
"Oleh karenanya, menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama empat bulan dikurangi selama terdakwa ditahan," kata ketua majelis hakim perkara ini Edwin Yudhi Purwanto.
Usai membacakan amar putusan, majelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapi vonis yang dijatuhkan.
Suhartono pun berdiskusi dengan Sinto, penasihat hukum yang mendampinginya dalam persidangan. Beberapa detik kemudian, terdakwa kembali duduk di kursi pesakitan.
Sidang putusan kasus pemerasan oleh oknum wartawan terhadap seorang guru
"Menerima, pak Hakim," kata Suhartono lirih.
Setali Tiga Uang, Jaksa Penuntu Umum (JPU) Sulistyono juga menerima putusan hakim tentang vonis yang dijatuhkan kepada Suhartono.
"Kami menerima," ujar Sulistyono ditemui usai sidang.
Vonis yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa lebih ringan satu bulan dibanding tuntutan jaksa. Pasalnya, pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Sulistyono menuntut terdakwa dengan hukuman lima bulan.
Edwin Yudhi Purwanto, Ketua majelis hakim yang menangani perkara ini menyatakan, sejumlah barang bukti seperti Press Card Koran Mingguan Metro Jatim atas nama terdakwa dan satu buah telepon seluler milik terdakwa juga dimusnahkan.
Sebelumnya, kasus ini terungkap pada Agustus lalu. Korban (Yusriani.red) merasa dirugikan lantaran Suhartono meminta uang sebanyak Rp 10 juta untuk memuat profil sekolah tempat korban mengajar. Namun, korban hanya memberi Rp 700 ribu.

Suhartono pun mengancam. Apabila permintaan uang sebanyak Rp 10 juta tidak dituruti, maka masalah pribadi guru SD itu akan diekspose di media massa cetak tempatnya bernaung. Hingga akhirnya, korban melaporkan ancaman tersebut ke polisi. (N-dian/ant/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »