Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




PENGAMAT : AL ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN BUKAN SEKEDAR MATERI KULIAH TAPI MERUPAKAN ANASIR PERUBAHAN PARADIGMA PENDIDIKAN BANGSA

by : On Desember 23, 2018

Persoalan implementasi pembelajaran Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sedari dahulu hingga sekarang menjadi kajian sentral yang selalu menarik untuk dikaji. Persoalan relevansi pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan, kurikulum, hingga dikotomi pendidikannya menjadi hal yang masih eksis dalam kajian kajian akademik di PTM. “Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) bukan sekedar materi kuliah tapi merupakan anasir perubahan paradigma pendidikan bangsa,” ujar Imam Yudhianto, SH, SE, MM, Pengamat Pendidikan dan Perkaderan Muhammadiyah, di sela-sela Seminar Nasional “Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Multiperspektif”di  Auditorium M. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (22/12/2018).

Imam yang juga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Madiun menuturkan, secara kosmologi dan embriologis kaderisasi muhammadiyah telah mampu memposisikan diri sebagai gerakan sosial keagamaan dan pendidikan terbesar di indonesia bahkan di dunia dan hal ini tidak terlepas dari proses kaderisasi dan edukasi lewat PTM melalui pembelajaran AIK. Sebagai persyarikatan yang berkemajuan dan selalu menjunjung semangat tajdid dalam merespon perkembangan zaman yang cukup cepat, seyogyanya PTM juga melakukan pembaruan dalam materi AIK yang menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi di zaman millenial sekarang ini. “Menjadi tantangan bagi PTM, bagaimana menjadikan Al Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai state of mind dan state of achiefment dalam membentuk karater utama lulusan Kampus Muhammadiyah,” jelasnya.

Imam mengamati bahwa mata kuliah AIK saat ini, baru implementasikan pada tataran pengetahuan dan belum masuk ke tingkat substansi, sehingga tidak bisa membekas secara integral dengan pembentukan karakter mahasiswa. “Di sini saya melihat kekerdilan  kemuhammadiyahan kalau hanya masuk dalam mata kuliah, padahal kemuhammadiyahan merupakan konsep filsafati, ruh, dan spirit dan denyut nadi seluruh pergerakan Muhammadiyah, jadi sudah seyogyanya kita harus merubah cara pandang terhadap pembelajaran AIK,” kata Imam

Imam melihat, pembelajaran AIK di beberapa kampus muhammadiyah, masih memiliki kelemahan pada konten materi pembelajaran. Menurutnya, materi pembelajaran sering kali masih terkesan idealis, tidak realistis dan praksis sesuai kebutuhan mahasiswa. “Menjadi keniscayaan, bahwa strategi pembelajaran yang terapkan harus membumi, dosen dalam hal ini berperan meningkatkan keyakinan mahasiswa untuk dapat mewujudkan upaya menuju kinerja dan perilaku islami mahasiswanya melalui pembelajaran AIK.” tegasnya,

Untuk melakukan pembaharuan sistem pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan diperlukan paradigma pendidikan yang mampu mengarahkan pada tujuan dan sasaran pendidikan muhammadiyah yang sebenar-benarnya. Sehingga ini meniscayakan terbentuknya sylabus atau kurikulum AIK yang dapat merespon isu-isu kontemporer di zaman ini, sehingga AIK bukan hanya menjadi materi kuliah belaka, akan tetapi dapat secara real menjadi anasir perubahan paradigma pendidikan karakter bangsa melalui lulusan PTM. “Menjadi urgen saat ini, agar pimpinan PTM segera membentuk dan mengoptimalisasi kinerja Lembaga Pengkajian Al Islam Kemuhammadiyahan untuk mewujudkan hal tersebut,“ tutup Imam. (im/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »