Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Pacitan Diterjang Longsor, 15 Rumah Rusak

by : On Desember 17, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Pacitan, Pewarta - BPBD Pacitan belum menyatakan sebagai kondisi darurat bencana, pasca terjadinya banjir dan tanah longsor di Kecamatan Kebonagung, Arjosari, maupun Tulakan, Sabtu (15/12) kemarin. Hal tersebut seperti disampaikan Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pacitan, Senin (17/12).

Menurut Didik, suatu daerah dikatakan dalam kondisi darurat bencana ketika sendi-sendi kehidupan lumpuh. Serta banyak layanan publik yang tidak berfungsi. Sedangkan kejadian bencana alam di Pacitan pada tanggal 15 Desember kemarin, hanya bersifat sporadis.

"Hanya spot-spot tertentu yang terkena dampak bencana. Sehingga akses pelayanan publik masih bisa berjalan. Dengan begitu, belum bisa dikatakan sebagai darurat bencana," jelasnya.

Meski begitu, Didik mengimbau masyarakat tetap waspada. Mengingat hampir 70-80 persen, penduduk di Pacitan bermukim di kawasan lereng dan perbukitan yang mana cukup berpotensi terdampak musibah tanah longsor.

"Menurut assessment dari tim TRC BPBD dengan melibatkan unsur terkait, musibah bencana yang terjadi pada tanggal 15 Desember kemarin berdampak kerusakan ringan, sedang, dan sebagian kecil rusak berat terhadap permukiman penduduk serta beberapa fasilitas lainnya. Seperti sekolah, tanggul maupun talud pengaman," urainya.

Sementara itu musibah bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (15/12) kemarin, mengakibatkan 21 rumah penduduk terdampak. Jumlah terbesar ada di Desa Wonosidi, Kecamatan Tulakan, yaitu 15 rumah penduduk rusak akibat tanah longsor. "Saat ini Tim TRC terus melakukan dropping bantuan kedaruratan berupa sembako dan obat-obatan bagi warga terdampak bencana," tandasnya.(rjh)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »