Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




MUSLIM UYGHUR MENJERIT, GUIB MAGETAN GERUDUK DEWAN GELAR AKSI SOLIDARITAS 2112

by : On Desember 21, 2018



Magetan, Pewarta – Ratusan massa Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Kabupaten Magetan mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Magetan pada Jum’at Pagi, 21/12/2018. Mereka mendatangi rumah aspirasi rakyat itu karena prihatin melihat penderitaan muslim uighur di provinsi xinjiang china yang didzolimi oleh rezim Pemerintah Komunis Tiongkok. “Kami datang kesini, berdialog dengan para wakil rakyat, ingin menunjukkan sikap keprihatinan kami, sekaligus sebagai bentuk pembelaan terhadap saudara kami sesama muslim, etnis Uyghur di Xinjiang  China yang sedang ditindas, ujar Ustadz Imam Yudhianto, Ketua GUIB Magetan.

Menurut Imam, Pemerintah Komunis China telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan hak azasi manusia universal yang dijamin Perserikatan Bangsa-Bangsa. Apapun alasannya, Pemerintah Tiongkok tidak dibenarkan melakukan tindakan kekerasan bagi masyarakat yang lemah dan tidak berdosa. Dimana malah seharusnya mereka itu dilindungi dan dijamin kemerdekaannya. Pemerintah Tiongkok, sebaiknya menggunakan pendekatan politik yang elegan dan berorientasi pada kesejahteraan terhadap muslim uyghur. “Maka dari itu kami Ummat Islam Magetan mengecam dan mengutuk dengan keras Pemerintah Komunis China dengan segala tindakannya itu,” tukasnya.

Imam Juga menuturkan, bahwa sebagaimana data kompilasi berbagai laporan yang telah dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat dan Kongres, Parlemen Eropa, PBB, dan Human Rights Watch selama dua tahun terakhir, dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Komunis dan Fasis Cina memaksa suku bangsa Uyghur yang beragama Islam untuk menjadi komunis dan atheis. Bukan hanya itu lebih dari 20.000 masjid di seluruh Turkistan Timur telah dihancurkan, diubah menjadi kantor-kantor pemerintah, diberikan kepada pebisnis Cina, dan berubah menjadi pusat propaganda komunis atheis. Lebih dari 60.000 guru agama, dan ulama telah dibuang ke penjara dengan dalih “memerangi ekstremisme”. Ber-Ton Ton Kitab Suci Al Qur’an telah dibakar. Mereka yang berada di kamp konsentrasi dipaksa untuk mencela Islam dan identitas Muslim mereka, mereka dipaksa untuk berjanji bahwa mereka adalah orang Cina, dan bahwa mereka komunis. Setelah mengirim orang ke kamp konsentrasi, pemerintah China membawa ratusan ribu pria China untuk tinggal di rumah keluarga Muslim dan memaksa wanita Muslim untuk menikahi mereka. Semua gadis dan perempuan Uyghur di desa-desa dipaksa menikahi laki-laki Tionghoa atheis.

“Jika dunia Islam terus berdiam diri dan membiarkan Pemerintah Komunis China melakukan genosida, maka mulim uyghur kelak hanya tinggal nama saja, kita harus mendesak Pemerintah Komunis China agar segera menghentikan tindakan pelanggaran HAM, penindasan dan memberikan kebebasan beragama bagi warga Muslim Uyhgur  Cina. Pemerintah Komunis China harus menjamin dan melindungi hak muslim Uighur untuk bebas beribadah dan menjalankan syariat agama Islam yang merupakan bagian dari HAM.” Lanjut Imam.

Imam menegaskan, jika Pemerintah Tiongkok tidak segera menghentikan penindasan terhadap Muslim Uyghur, maka GUIB beserta elemen ummat Islam di Indonesia akan mengusir paksa Dubes Tiongkok dari Indonesia. “Sistem politik kita kan Bebas Aktif, Jadi kalau China macem macem, Dubesnya harus diusir, Tidak ada tempat di Bumi Indonesia ini bagi para penindas dan pelanggar HAM, apalagi yang didzolimi adalah saudara kami sesama muslim,” ancamnya.

Ketika ditanya tentang apa yang dilakukan oleh GUIB untuk membantu Muslim Uyghur, imam menjawab, “GUIB akan menggalang aksi solidaritas, donasi untuk aksi kemanusiaan, seruan qunut nazilah dan jika dibutuhkan akan mengirim relawan dan mujahid ke Xinjiang untuk membela Muslim Uighur.”

Ketika hadir di DPRD massa GUIB yang berasal dari beberapa perwakilan elemen ponpes dan ormas Islam itu diterima oleh beberapa anggota Dewan diantaranya : Tikno (F-Golkar), Nur Wahyudi (F-PKS), Joni Purnomo (F-PKS), Suprayitno (F-PAN), dan Sutikno (F-PAN). Di Akhir acara audiensi (dengar pendapat) GUIB Magetan membacakan Pernyataan Sikap Ummat Islam Magetan dan menyerahkan berkasnya kepada Nur Wahyudi salah satu anggota DPRD Kabupaten Magetan. (im/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »