Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Meraih Suara Pemilih Dengan Cara Keras, Cara Cerdas dan Cara Ihlas

by : On Desember 15, 2018

Oleh : Ahmad Zahni
Secara teoritis, sudah sering dan banyak sekali seorang caleg memperoleh arahan, presentasi, motivasi, saran dan nasehat bahkan kaidah - kaidah dalam upaya mendapatkan dukungan konstituen supaya menjatuhkan pilihanya (mencoblos) sesuai yang di kehendaki sang caleg. Namun teori saja belumlah cukup, ada banyak hal yang mesti dilakukan seorang caleg untuk meraup suara Pemilu Legislatif 17 April 2019 yang akan datang. Masyarakay konstituen (pemilih) sekarang ini kecerdasan menentukan pilihanya sudah beda jauh dengan pemilu sebelumnya, meski juga ada kecenderungan adanya pesimisme, ogah - ogahan, aras - arasen untuk memberikan suara/ mencoblos.Bahkan ada beberapa indikasi untuk hadir di TPS - TPS saja akan mengalami kemerosotan secara kuantitatif. Sehingga menjadi tugas bagi para caleg untuk melakukan inovasi - inovasi  supaya masyarakat tidak golput selama hal tersebut tidak melanggar aturan perundang-undangan. Caleg juga dihadapkan pada persaingan yang tajam secara luas menyangkut banyak aspek perebutan suara internal dan eksternal partai. Demikian juga seiring perkembangan zaman dan era modernisasi pemilihan, masyarakat pemilih semakin memiliki ruang yang lapang untuk menentukan calon yang akan dipilihnya / dicoblos didalam bilik suara. Caleg bisa saja memanfaatkan kecerdasan pemilih ini sebagai sarana demi mendapatkan suara, yaitu dengan melakukan pendekatan-pendekatan keilmuan atau perform intelektualitas yang memang sudah menjadi kebutuhan zaman. Tetapi, sebagian besar pemilih (konstituen) berada di pelosok-pelosok desa dengan tingkay pendidikan yang masih jauh dari intelektual.

Berangkat dari kemajemukan masyarakat atau beragamnya kemauan si empunya suara serta luasan wilayah / daerah pemilih sehingga tidak memungkinkan bagi seorang caleg untuk melakukan segalanya dalam meraih suara, maka ada beberapa hal yang bisa dijadikan kaidah ( gegebengan / pegangan) seorang caleg berikut team suksesnya :

1. Mengakrabi Pemilih
Langkah awal dengan mengenal kebiasaan-kebiasaan warga masyarakata yang secara luas, mempelajari tradisi yang sudah turun temurun berlangsung di wilayah tersebut. Tahu karakter dan pembawaan warganya, kehidupan perekonomian, sosial budaya dan berbagai problematika lingkungan. Lalu mulailah Berupaya menselaraskan keinginan masyarakat setempat dengan tujuan yang akan dicapai caleg. Menyelenggarakan ruang komunikasi untuk masyarakat, dengan memanfaatkan momentum-momentum yang bisa membawa suasana kenal para pemilih pada calegnya. Jika dikenal saja tidak maka bagaimana mungkin akan dipilih...? Apalagi jika sudah terjalin  hubungan pertemanan, persahabatan, persaudaraan / ukhuwah maka akan lebih mudah dalam melakukan komunikasi yang ditindaklanjuti dengan perekrutan dan seterusnya menjadi satu barisan konstituen. Masih beruntung PPP  memiliki basis pemilih yang karakternya agamis dengan pemilih tradisional yang idealis ditataran masyarakat bawah, namun ini juga menjadi kendala alamiah karena para pemilih tradisional semakin susut oleh faktor usia dan meninggal dunia. Maka caleg harus berkiprah ‘luru’ para dzuriyah (anak turun) dari orang-orang tua yang semasa hidupnya mainded ke PPP.

2. Mengakrapi Daerah Pemilih.
Mengetahui betul batas-batas wilayah yang menjadi target cakupan dalam skala prioritas. Dijadikan skala prioritas karena tidak mungkin seorang caleg akan melanglang buana disemua bagian wilayah mengingat keterbatasan waktu kampaye, terbatasnya tenaga fikiran dan serba majemuknya karakter pemilihyang mohon maaf kadang ‘isuk tempe sore dele’. Hal ini juga menjadi perhatian para caleg dalam melakukan upaya perolehan dukungan dan suara.
Tidak menutup kemungkinan ada yang mampu melanglang buana karena berbagai keahlian atau potensi tertentu tetapi akan lebih indah jika pembagian wilayah bagi semua caleg dalam satu daerah pemilih sehingga akan mempermudah pemetaan wilayah berikut konstituenya.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperoleh suara pada pemilu Legislatif 2019:

1. Rangkum informasi-informasi penting menyangkut data pemilih dan hal-hal yang berkaitan dengan daerah pemilihan, termasuk tentang caleg dari partai lain dan sepak terjang team suksesnya (selama bisa memberi nilai tambah bagi perolehan suara kita)
2. Siapkan dan distribusikan atribut kampanye yang menarik atau bisa memberi kesan pada pemilih sesuai sasaran. Pastikan atribut-atribut tersebut sampai pada tujuan.
3. Cantumkan visi caleg dengan bahasa yang mudah difahami, ringkas, rasional (tidak muluk-muluk)
4. Membuka ruang komunikasi dengan publik, usahakan selalu dengan keramahan termasuk para team sukses / pendamping. Tampilkan wajah-wajah yang ramah penuh kekeluwargaan.
5. Bergeraklah dari satu tempat ke tempat lain sesuai cakupan wilayah sasaran. Manfaatkan sedikit apapun oran/pemilih yang bisa ditemui.
6. Manfaatkan waktu yang ada dengan me-manage secara baik. Jangan terforsir baik tenaga fikiran maupun financial.
7. Lakukan monitoring dan evaluasi atas semua upaya menuju kemenangan.
8. Curahkan segenap potensi yang ada demi meraih kemenangan.
9. Niatkan semuan min awwalina ilaa akhiirina dengan niat ibadah dan dalam keihlasan, insyaa Alloh, waLlohul musta’an innaLloha ma’anas

Selamat Berjuang Saudaraku. Hidup ini Bukan Tentang Siapa yang Terbaik, Tapi Siapa yang telah Berbuat Baik. Khoirunnas anfa’uhum linnas

*) disampaikan pada Rapimcab dan Santiaji Caleg DPRD Kab. Magetan dan Kab. Ngawi
Oleh :Ahmad Zahni – Sekretaris DPC PPP Kab. Magetan, Ketua Ta’mir / Yayasan Riyadlul Jannah, Ketua MUI Maospati, Ketua IJM, Pembina PWM, Dewan Penasehat PPWI Magetan, Keyua FKA Prog. Kotaku Kab. Magetan

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »