Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Ketua KPU Pacitan : Penyandang Disabilitas Mental Bisa Ikut Nyoblos Di Pemilu 2019

by : On Desember 26, 2018

Pacitan, Pewarta - Tak semua penyandang disabilitas mental, khususnya yang tengah dalam gangguan jiwa kategori gaduh gelisah, bisa mendapatkan hak pilih. Namun, bagi pengidap gangguan jiwa yang sudah mendapatkan rekomendasi sehat dari dokter jiwa, mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya.

Ketua KPU Pacitan Damhudi menegaskan, KPU RI memang membuat terobosan terkait penyandang disabilitas mental bisa ikut mencoblos di Pemilu 2019. Aturan itu merujuk pada putusan MK bernomor 135/PUU-XIII/2015. 

"Warga yang mengidap gangguan jiwa bisa menggunakan hak pilihnya dengan syarat khusus," katanya, Rabu (26/12).

Syarat khusus agar penderita gangguan jiwa bisa memilih, lanjut Damhudi, yaitu mereka harus mengantongi surat keterangan sehat dari dokter. 

"Putusan tersebut menyatakan pemilih disabilitas mental, sepanjang tidak mengalami gangguan jiwa atau ingatan permanen, maka masih memiliki hak pilih," jelasnya.

Damhudi menegaskan, agar publik tidak rancu dalam memahami setiap informasi yang berkembang. Hal tersebut juga sebagai penjelasan untuk menjawab menguarnya beragam berita soal orang dengan gangguan jiwa namun boleh mencoblos pada Pileg maupun Pilpres 2019 mendatang. 

"Termasuk menyebarnya gambar di media sosial terkait simulasi orang dengan gangguan jiwa digotong paksa ke TPS, itu jelas tidak benar. Yang boleh mencoblos, mereka yang sudah mengantongi surat keterangan sehat dari dokter jiwa," tandasnya.(rjh)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »