Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




GERAKAN MASYARAKAT PEDULI TB MAGETAN DUKUNG ELIMINASI PENYEBARAN TUBERCOLUSIS

by : On Desember 12, 2018

Magetan, Pewarta - Penyebaran penyakit infeksi tuberculosis (TB) di Kabupaten Magetan cukup mengkhawatirkan. Data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan bahwa penderita TB aktif di Kabupaten Magetan lebih dari 500 orang. Keadaan ini membuat Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Tuberculosis (GMPTB) Magetan, Imam Yudhianto S, MM merasa khawatir, “Angka pengidap TB aktiv TB sebanyak 540 itu bisa jadi adalah fenomena gunung es, bahaya dan harus ditangani serius,” ujarnya di sela-sela Pelatihan Management Programatic dan Management Volunteerism TB HIV Care yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Magetan di RM Harmada Joglo (Rabu, 12/12/2018).

Menurut Imam, penyebaran penyakit infeksi yang bersifat asimtomatik laten dan disebabkan oleh basil mycobacterium tuberculosis sangat mudah menular, bahkan lebih mudah dan bahaya penularannya daripada penyebaran HIV-AIDS. “Kalau HIV-AIDS penyebarannya karena melakukan gonta ganti pasangan dan jarum suntik, lha kalau TB kan bisa lewat batuk atau bersin, atau berbicara dengan memercikkan ludah, kemudian bakteri TB akan ikut melalui ludah tersebut untuk terbang ke udara. Selanjutnya, bakteri akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirup, ini lebih bahaya kan?,” paparnya.

Kalau pemerintah daerah atau lembaga swadaya / organisasi masyarakat bidang kesehatan mau melakukan survey masif dan screening pada suspect usia produktif 15 sampai dengan 59 tahun, Imam yakin data penderita TB di Kabupaten Magetan jumlahnya bisa meningkat berlipat-lipat. “Indikasi kuat, jika ada salah satu anggota keluarga yang positif mengidap TB, maka bisa jadi anggota keluarga lainnya yang berinteraksi intens ada yang tertular TB. Bahkan bisa jadi juga tetangga, teman kerja, dan orang-orang dekat di lingkungannya juga tertular,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui bahwa World Health Organization (WHO) pada tahun 1992 mencanangkan Tuberculosis sebagai global emergency. Pada ilmu kedokteran, penyakit TB (Tubercle bacillus) berfifat asimtomatik yaitu penyakit yang penderitanya tidak menyadari gejala apapun. Penyakit asimptomatik mungkin tidak akan ditemukan sampai pasien melakukan tes medikal. Beberapa penyakit tetap tidak diketahui gejalanya untuk waktu yang panjang,

Meskipun begitu, Imam mengatakan bahwa penderita Tuberculosis (TBC) tidak perlu cemas karena penyakitnya dapat disembuhkan. Masyarakat diharapkan dapat segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk diterapi sesuai keadaannya. “Kepatuhan menjalani pengobatan secara teratur selama enam bulan dan rutin meminum obat, insyaallah akan menjadi kunci keberhasilan penyembuhan pasien TB. Namun jika hal tersebut tidak dilakukan, maka penyakit TB ini akan menjadi Tuberculosis Multi Drug Resistant (TB-MDR) yaitu penderita TB yang kebal obat. "Kalau sudah begini akan tentunya sulit untuk disembuhkan,” ungkapnya.

Gerakan Masyarakat Peduli TB Magetan siap bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan stake holders lainnya, untuk bersama sama mengedukasi masyarakat melalui forum-forum kecamatan dan desa, mensosialisasikan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), untuk menjaga kebersihan lingkungan, makan makanan bergizi, ventilasi udara dan pencahayaan matahari di dalam rumah sebagai upaya preventif pencegahan penyebaran TB secara meluas. “Kami punya jaringan relawan di tingkat Kecamatan dan Desa. Yang jelas penyakit berbahaya ini harus dieliminasi melalui penguatan di bidang penelitian dan deteksi dini, kemitraan, akses pengobatan yang lebih baik, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat.” tutup Imam.(red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »