Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Dua Pemandu Lagu di Madiun Meninggal, Over Dosis Apa Kolesterol ?

by : On Desember 24, 2018

Madiun, Pewarta - Kematian dua pemandu lagu tempat karaoke ‘Mom Entertainment’ di Jalan Raya Madiun – Surabaya, Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun masih menjadi misteri. Polisi menyebut yang bersangkutan memiliki kadar gula dan kolestrol tinggi.

Tapi, sesuai isu yang berkembang penyebab kematian perempuan asal warga Ciamis, Jawa Barat dan Banyuwangi, Jawa Timur akibat overdosis minuman beralkohol. Kapolsek Mejayan AKP Pujiyono mengatakan bahwa pada awalnya polisi tidak menerima informasi tentang kematian itu. Namun, aparat polisi mulai turun tangan setelah mendegar informasi tentang kematian yang dinilai tak wajar.

“Kami menelusuri peristiwanya untuk mencari kebenaran. Apakah dua pemandu lagu mati karena overdosis?,’’ kata dia, Senin (24/12/2018).

Sejumlah pihak akhirnya didatangkan ke Markas Polsek Mejayan pada Minggu (23/12/2018) kemarin. Mereka, di antaranya manajer, kasir, penjaga, dan sesama pemandu lagu tempat hiburan tersebut. “Sebelum meninggal, korban mengeluh sakit. Mungkin dipaksakan bekerja dan mengonsumsi minuman bir hitam dicampur bir putih dengan kadar alkohol lima persen,’’ kata dia.

Minuman yang dikonsumsi dua pemandu lagu dan tamu itu sesuai dengan daftar pesanan yang diamankan polisi dari kasir tempat hiburan itu.

Selain itu, penyidik polisi juga meminta hasil uji laboratorium untuk satu pemandu lagu, yakni Tika, warga Ciamis, Jawa Barat dari RSUD Caruban. Hasilnya diketahui bahwa yang bersangkutan memiliki kadar kolesterol dan gula darah tinggi.

Menurut Pujiyono, Tika meninggal di rumah sakit pada Rabu (19/12) atau selang dua hari setelah ia menemani tamu di salah satu room ‘Mom Entertainment’. Senin malam (17/12), seorang tamu bersama tiga rekannya masuk ke tempat hiburan itu. Selain Tika, seorang pemandu lagu lain bernama Grace, asal Banyuwangi juga di-booking.

Sesuai keterangan saksi yang dimintai keterangan penyidik, Pujiyono menuturkan, setelah kegiatan di dalam room Tika dibawa ke RSUD Caruban. Sedangkan Grace dibawa Nganjuk. “Untuk informasi lebih lanjut tentang Grace kami tidak menerima,’’ ujar kapolsek.

Sementara itu, informasi yang disampaikan Pujiyono berbeda dengan yang diterima infomadiunraya.com. Salah satu sumber mengatakan bahwa antara Tika dan Grace menemani tiga tamu pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, pekan kemarin.

“Tamunya masih keluarga dengan pemilik ‘Mom Entertainment’. Selain minum bir, mereka juga minum Red Label,’’ ujar salah satu sumber yang memiliki hubungan dekat dengan pihak ‘Mom Entertainment’. Pria itu enggan namanya disebutkan di media massa.

Tamu yang mem-booking Tika dan Grace, menurut pria itu, baru pulang dari Singapura. Ia mengajak kedua temannya termasuk seorang teknisi ‘Mom Entertainment’ untuk masuk ke salah satu room. Beberapa saat kemudian, kedua pemandu lagu diketahui tak sadarkan diri.

Tika dibawa ke IGD RSUD Caruban. Sedangkan Grace dibawa ke mess yang disediakan oleh pimilik tempat hiburan. Hingga akhirnya meninggal. “Untuk satu tamu kabarnya juga masih dirawat di rumah sakit Nganjuk,’’ ujar pria itu. (n.dian/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »