Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Diduga Depresi, Kakek Ini Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

by : On Desember 18, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ngawi, Pewarta - Peristiwa gantung diri kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ngawi. Selasa (18/12/2018) pagi, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi digemparkan dengan penemuan mayat WK, warga desa setempat, tergantung di pohon Jati yang terletak di kebun milik tetangganya.
Jasad kakek berusia 80 tahun itu ditemukan dalam kondisi terbujur kaku. Seutas tali tampar plastik warna biru dengan panjang sekitar dua meter melilit lehernya.

Kapolsek Kedunggalar, AKP Sukisman mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pada sekitar pukul 05.00 WIB istri korban bangun tidur melihat korban sudah tidak ada di tempat. Lalu, ia menyuruh cucu korban untuk mencarinya. Istri korban juga meminta saksi adik korban untuk mencari.

Selang beberapa saat, cucu korban mengatakan bahwa tali jemuran di rumah tidak ada. Setelah dilakukan pencarian di sekitar rumah, sekitar pukul 06.00 WIB korban ditemukan dalam keadaan gantung diri di pohon jati di kebun Jati yang letaknya di seberang jalan depan rumah korban.

Dijelaskan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan petugas medis Puskesmas Kedunggalar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Korban gantung diri diduga karena depresi dikarenakan selama ini korban menderita sakit darah tinggi sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu dan sering kambuh serta tak kunjung sembuh," terangnya.


Pihak keluarga juga sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Jenazah korban dimakamkan di TPU desa setempat. (ant/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »