Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Darah Warok Ponorogo Dalam Diri Gus Dur

by : On Desember 21, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI



Abdurrahman Wahid atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Gus Dur lahir di Jombang 04 Agustus 1940. Siapa yang tidak mengenal beliau, seorang bapak bangsa yang pernah menjadi orang nomor satu di NU dalam masa-masa akhir menjelang runtuhnya orde baru itu. dan pernah pula menjadi orang nomor satu di republik ini sebagai presiden ke-4 Indonesia. Sosok yang penuh kharisma tersebut ternyata masih memiliki nasab dari tokoh-tokoh di Ponorogo. Sebuah Kabupaten yang berada di ujung barat Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Kabupaten yang terkenal dengan budaya Reog dan Waroknya.

Tak banyak yang tahu memang, kalau ternyata ada darah Ponorogo yang mengalir dalam diri Gus Dur. Hanya beberapa orang saja mungkin. Dan saya kira kalangan Nahdliyyin pun juga tidak banyak yang tahu perihal asal-usul tokoh kharismatik yang banyak dikenal sebagai bapak pluralis Indonesia itu. Kebanyakan orang akan lebih mengenal Gus Dur sebagai keturunan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari pendiri Jam'iyyah Nahdlatul Ulama' dan putra dari KH. Wahid Hasyim. Sementara mengenai nasab ke atas dari tokoh mana saja Gus Dur berasal memang tidak banyak yang mengetahui.

Saya sendiri selaku orang asli Ponorogo awalnya juga tidak mengetahui akan hal tersebut. Informasi tentang kebenaran jika Gus Dur merupakan keturunan salah satu tokoh di Ponorogo baru saya ketahui sekitar beberapa waktu terakhir ini. Semenjak keaktifan saya napak tilas dengan malakukan ziarah makam di beberapa makam Auliya dan tokoh-tokoh di seputar Ponorogo. Dari sekian banyak makam tokoh yang saya kunjungi ternyata salah satunya merupakan nenek moyang dari Gus Dur.

Dalam beberapa kesempatan memang Gus Dur sendiri pernah mengatakan jika dirinya memiliki leluhur di di Ponorogo. Lalu siapakah tokoh di Ponorogo yang merupakan kakek buyut Gus Dur tersebut?. adalah Ki Ageng Nolojoyo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ki Ageng Prongkot memiliki nama asli Raden Dugel Kesambi. Beliau merupakan kakek buyut Gus Dur dari jalur sang ayah. Ki Ageng Prongkot sendiri merupakan salah satu Adipati Sumoroto, Ponorogo atau Adipati Kuta Kulon (Kota Barat) pada akhir abad ke 17 M dibawah naungan kerajaan Mataram. Dahulu memang sebelum nama Ponorogo dengan teritorial yang seperti dikenal saat ini, Ponorogo merupakan gabungan dari beberapa Kabupaten. Salah satu kabupaten itu adalah Kuta Kulon. Sebuah Kabupaten yang saat itu berpusat pemerintahan di daerah Bantarangin, Kauman. Sebutan Kuta Kulon karena memang daerah ini berada di sisi barat wilayah Ponorogo sekarang.

Ki Ageng Prongkot sendiri secara nasab masih memiliki hubungan dengan Panembahan Senopati/Ki Ageng Sutawijaya raja pertama Mataram. Yang secara berurutan demikian garis nasab Ki Ageng Prongkot dengan Panembahan Senopati. Panembahan Senopati Sutawijaya (Raja Pertama Mataram) - Pangeran Pringgoloyo - Raden Aryo Padureso (Adipati Gresik) - Raden Panji Dreposentono (Adipati Gresik) - Ki Ageng Abdul Imam (Adipati Sumoroto, Ponorogo) - Ki Ageng Prongkot Nolojoyo (Dugel Kesambi/Adipati Sumoroto, Ponorogo). Ki Ageng Prongkot kemudian berputra Raden Bagus Harun atau yang kemudian dikenal dengan sebutan Ki Ageng Basyariyah (Sewulan-Madiun). Dari Ki Ageng Basyariyah hingga ke Gus Dur, begini silsilahnya: RR. Bagus Harun (Ki Ageng Basyariyah) – RRM. Muh Santri – RM Maklum Ulomo – RM. Mustaram I – Ny. R. Mas Muh Ilyas – Ny. RRM Hasyim Asy’ari – KH Wachid Hasyim – KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Tidak banyak atau boleh dikata hampir tidak ada literatur yang mencatat tentang keberadaan Ki Ageng Prongkot Nolojoyo. Hanya cerita dari mulut ke mulut saja yang sampai saat ini yang sedikit memberi gambaran tentang kepribadian Ki Ageng Prongkot. Beliau dikenal sebagai seorang yang gagah dan pemberani seperti pada umumnya tokoh-tokoh di Ponorogo, Adipati yang arif dan bijaksana dengan kepribadian Waroknya. Sosok yang dekat dengan masyarakatnya dan hidup sederhana walaupun beliau merupakan seorang pembesar di Ponorogo. Sehingga wajar dengan kesederhanaan beliau ketika meninggalnya pun, makam beliau berada di pinggir dan lebih dekat di desa. Berbeda dengan kebanyakan tokoh pembesar lainnya yang kebanyakan ketika wafat dimakamkan berderetan dengan pembesar-pembesar lainnya yang berada di pusat-pusat pemerintahan. Makam Ki Ageng Prongkot berada di dekat pesawahan penduduk tepatnya di Desa Tosanan, Kecamatan Kauman, Ponorogo. 15 menit perjalanan dari pusat kota Ponorogo.

Melihat nasab Gus Dur salah satunya berasal dari Ponorogo, sehingga wajar jika kepribadian beliau sangat pemberani dan bijaksana. Kepribadian yang mewarisi karakter warok Ponorogo. Meskipun beliau seorang pembesar namun tetap sederhana. Tidak menampakkan kebesarnnya tetapi justru lebih dekat dengan masyarakat dengan segala kehidupannya.

Ponorogo, 18 Desember 2018
Erwan Dwi Wahyunanto-Ketua Umum PC PMII Ponorogo

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »