Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Cegah Generasi Millenial Berbuat Mungkar Di Malam Tahun Baru, Fascho Gelar Mabit

by : On Desember 31, 2018

Ustad Imam
Magetan, Pewarta – Jelang pergantian tahun baru 2019, komunitas Majelis Ta’lim FASCHO (Fastabiqul Choirot) menggelar MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) di Masjid Al Amin Jl. M.H. Thamrin 18 Magetan, Senin (31/12/2018). “Kami ingin memberi suasana baru bagi generasi millenial di momen pergantian tahun ini, sebuah acara edukatif dalam rangka mencegah kemungkaran yang biasa terjadi di malam tahun baru,” ujar Ustadz Imam Yudhianto, Pembina MT FASCHO Magetan.

Ustadz Imam menjelaskan, bahwa Mabit dijadikan kegiatan alternatif untuk menyikapi momentum pergantian tahun dengan tujuan mencegah generasi muda islam ikut dalam berbagai acara hiburan yang dipenuhi dengan hura-hura dan kegiatan yang tidak bermanfaat dalam timbangan agama. “Jadi orientasi kita adalah akhirat, kita timbang dulu kalau mau ngomong atau melangkah, ada manfaatnya atau tidak untuk kehidupan di akhirat nanti. Setiap malam yang kita lalui sudah selayaknya menjadi momentum untuk intropeksi diri dan menata langkah ke depan agar lebih baik lagi,”paparnya.

Dari pantauan wartawan, kegiatan Mabit ini diikuti oleh anak anak muda yang bukan hanya berasal dari wilayah magetan kota saja, tapi juga dari daerah sekitarnya, seperti ngariboyo, plaosan, sidorejo, bahkan ada juga yang dari barat dan maospati. Salah satu peserta dari Plaosan, Anton Suseno mengungkapkan, tahun baru bukan ajang untuk hura-hura apalagi sampai berbuat maksiat. “Mabit menjadi alternatif baik untuk menikmati pergantian tahun. Jauh lebih asik bisa berkumpul, dapat ilmu, dan in sya Allah pahala,”ujarnya.

Kegiatan Mabit yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB itu diisi dengan kegiatan Tahsin (memperbaiki bacaan Al Qur’an) dengan metode Talaqi (peserta mengikuti bacaan pengasuh), kemudian dilanjutkan dengan ta’lim dengan sub fokus bahasan di antaranya : Perayaan Tahun Baru Masehi bukan dari Islam, Refleksi Politik Islam Indonesia 2018, Bagaimana Muslim Menyikapi Bencana, Revitalisasi Penerapan Ammar Ma’ruf Nahi Mungkar,  Bahaya Gerakan Laten LGBT dan Perzinahan di Magetan, dan Urgensi Filantropis dan Hakekat Sedekah. “Insyaalloh besok pagi kita akan lanjutkan kegiatan Mabit ini turun ke jalan mencari donasi untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di banten dan tempat lainnya, sebab kami dengar barusan ada bencana longsor di Sukabumi,” kata Ridwan, peserta Mabit asal Sidorejo.

Ketika diwawancarai, salah satu peserta dari Ngariboyo, Jainuri Achmad Affandi, mengaku senang  mengikuti acara mabit ini, dia mengatakan bahwa kegiatan positif semacam ini harus sering diadakan agar wawasan para pemuda bisa tercerahkan. “Saya ingin kedepannya FASCHO bisa menjalin kerjasama dengan sekolah atau perguruan tinggi yang ada di Magetan untuk mengadakan acara postif seperti ini. Ya daripada hanya mengggelar konser musik atau panggung hiburan, Insyaaallah kegiatan Mabit seperti ini lebih bermanfaat,” harapnya.

Hal senada juga diungkap oleh Ivan Tri Kumoro, peserta dari Barat, menurutnya Mabit bisa mengasah kepekaan pikir dan ketajaman hati. “Hati menjadi lembut, apalagi dengan doa dan bacaan Al Qur’an,”ungkapnya.

Sementara itu mengakhiri statementnya kepada para wartawan, Ustadz Imam selaku pendiri FASCHO menjelaskan bahwa Majelis Ta’lim FASCHO adalah wadah pengkajian Islam kaum muda Muhammadiyah Magetan yang telah eksis sejak tahun 2016. “Berawal dari kepedulian sosial, dan perhatian kepada persoalan Aqidah, serta problem yang mendera bangsa, komunitas FASCHO berdiri dengan harapan bisa memberikan solusi di tengah kemelut yang ada, membahas dengan berbagai disiplin Ilmu sebagai implementasi dari Al Qur’an dan As Sunnah,” pungkasnya. (im/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »