Diberdayakan oleh Blogger.

$hide=mobile

close
close
Iklan Pemilu 2019 Jujur dan Adil Kebas Kecurangan

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




PNS di Ngawi Tekor Puluhan Juta Akibat Terkena Gendam

by : On November 26, 2018

ilustrasi











Ngawi, Pewarta - Nasib apes dialami Puji Astuti (55), warga Dusun Jatirejo, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Ngawi. Perempuan yang bekerja sebagai PNS ini kehilangan uang hingga mencapai Rp 65 juta akibat gendam yang dilancarkan orang tidak dikenal. Peristiwa yang dialami korban terjadi pada Senin (26/11/2018) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB di depan kantor Dinas Pendidikan (Diknas) Ngawi.
Kejadian berawal saat korban berada di pinggir jalan depan kantor Diknas Ngawi, tiba-tiba didatangi seseorang dengan mengendarai mobil yang mengaku bernama Ibrahim berasal dari Brunei Darussalam.
Tanpa basa-basi, Ibrahim meminta korban untuk mengantarkan ke salah satu pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Mantingan, dengan dalih akan menyerahkan infaq berupa sejumlah uang ke ponpes itu.
Tanpa pikir panjang, Puji Astuti pun masuk mobil berwarna putih dan menuruti permintaan terduga pelaku tersebut. Namun ditengah perjalanan, ternyata Ibrahim hanya mempunyai uang dolar Singapura dan meminta ditukarkan dengan uang rupiah milik korban.
Tetapi korban mengatakan tidak mempunyai uang tunai sesuai yang diminta Ibrahim dan hanya mempunyai dua buku tabungan. Melihat ada peluang, terlapor muali mengeluarkan jurus maut.
Ibrahim meminta korban untuk mengambil uang tunai yang ada di kantor kas Bank Jatim unit Kendal. Dalam pencairan tunai itu uang yang diambil korban dari Bank jatim pertama senilai Rp 15 juta dan dari buku tabungan kedua sebesar Rp 50 juta.
“Setelah korban berhasil mencairkan uang tunai di Bank Jatim bersama terduga pelaku masuk mobil lagi. Ditengah perjalanan itulah uang korban diminta oleh terduga pelaku,” terang Kasubbag Humas Polres Ngawi AKP Eko Setyo Martono.
Setelah memberikan uang senilai Rp 65 juta, lanjut dia, terduga pelaku memberikan amplop kepada korban yang katanya berisi sejumlah uang dolar Singapura. Amplop itu langsung dimasukan kedalam tas korban dan keduanya naik mobil lagi meluncur ke Ngawi. Tepatnya di pertigaan depan markas Yon Armed 12 Ngawi, korban diturunkan oleh terduga pelaku dari dalam mobil.
Selang beberapa menit, korban naik becak untuk diantarkan ke Bank BRI Cabang Ngawi dengan tujuan menukarkan uang dolar yang ada di amplop pemberian terduga pelaku.

Namun, ketika amplop dibuka di depan teller bank ternyata berisi uang Rp 2 ribu dan sobekan kertas. Dengan kejadian itu kontan saja korban kaget bukan kepalang dan langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Polres Ngawi (ant/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »