Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Kerja di Sawah, Petani di Ngawi Tewas Tersambar Petir

by : On November 26, 2018

Korban diperiksa secara oleh tenaga medis Puskesmas Paron didampingi anggota Polsek Paron
Ngawi, Pewarta - Hujan deras disertai petir yang terjadi di wilayah Kecamatan Paron, Ngawi pada Senin (26/11/2018) sore menelan korban jiwa.
Jumani (68), warga Desa Dawu, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi meninggal dunia akibat tersambar petir saat sedang bekerja di sawah miliknya.
Informasi dari kepolisian menyebutkan, pada saat kejadian korban bersama dua orang temannya yaitu Heri Purwanto (49) dan Sugondo (62) sedang bekerja menggarap sawah untuk ditanami padi. Saat itu cuaca hujan deras. Tiba-tiba, petir menggelegar dan menyambar korban.
Melihat korban jatuh ke tanah, dua orang teman korban berteriak meminta pertolongan kepada masyarakat. Selang beberapa saat kemudian, korban dibawa ke rumah yang tak jauh dari TKP.
"Setelah berada di rumah, korban diketahui sudah tidak bernyawa," kata Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyomartono.
Kejadian tersebut oleh warga dilaporkan ke Polsek Paron. Setelah dilakukan pemeriksaan medis bersama petugas dari Puskesmas Paron, pada tubuh korban terdapat luka bakar terkelupas pada dada sebelah kanan, perut sebelah kiri dan di  bagian pangkal paha sebelah kiri.

"Tidak ada tanda-tanda akibat penganiayaan, pihak keluarga telah menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi dan bersedia membuat Surat Pernyataan yang diketahui Kades Dawu," pungkasnya. (ant/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »