Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Kapolres Ngawi Akan Tindak Tegas Pemasang Jebakan Tikus Beraliran Listrik

by : On November 12, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Polisi memeriksa jenazah Kadi, petani asal Padas yang meninggal dunia tersengat aliran listrik jebakan tikus yang dipasang di sawahnya, Senin (12/11/2018)
Ngawi, Pewarta - Menanggapi seringnya kasus jebakan tikus memakan korban jiwa, Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu menegaskan akan bertindak secara represif terhadap para pelaku pemasangan jebakan tikus beraliran listrik di sawah. Tindakan tegas itu menyusul korban berjatuhan akibat jebakan tikus di sawah selama dua tahun terakhir.
Dikutip dari siagaindonesia, data korban yang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus di Ngawi sepanjang tahun 2017 ada 2 kasus dan 2018 sebanyak 7 kasus.
“Saya akan memproses hukum terhadap kasus semacam ini, karena korban berjatuhan. Seperti kasus di wilayah Geneng yang terjadi bulan kemarin itu sekarang proses hukumnya terus berjalan,” terang AKBP MB. Pranatal Hutajulu.
Untuk kasus pemasangan jebakan tikus beraliran listrik yang sengaja dipasang di sawah, Kapolres mengatakan para pelaku akan dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun.
Orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi ini geram setelah kasus serupa kembali terjadi di Desa Munggut, Kecamatan Padas, Senin (12/11/2018). Dimana dalam kejadian itu, Kadi (58) petani asal Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Ngawi langsung meninggal setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya sendiri.
Meski demikian tandas Kapolres Ngawi, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah persuasif terhadap para petani melalui Dinas Pertanian maupun Babhinkamtibmas. Upaya pencegahan yang dimaksud adalah melalui para penyuluh pertanian agar melakukan sosialisasi ke petani tentang bahaya pemasangan jebakan tikus beraliran listrik.
"Selain Dinas Pertanian untuk lebih aktif melakukan penyuluhan juga saya perintahkan ke seluruh personel Babhinkamtibmas untuk memasukan bahan penyuluhan tentang resiko jebakan tikus beraliran listrik setiap menyambangi masyarakat khususnya petani,” pungkasnya. (ant/

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »