Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Bau Menyengat di Jalan Alternatif Barat - Madiun Dikeluhkan Pengguna Jalan

by : On Oktober 25, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Magetan, Pewarta - Tumpukan sampah di pinggir jalan alternatif Madiun-Barat tepatnya masuk Dusun Keringan, Desa Suratmajan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan mulai dikeluhkan sejumlah pengendara yang melintas.

Pasalnya, selain tidak sedap dipandang mata, tumpukan sampah tersebut juga mengeluarkan aroma yang menyengat.

Suyadi, salah seorang warga Desa Ronowijayan, Kecamatan Maospati yang sehari-hari melewati jalan tersebut mengaku bau tak sedap dari sampah tersebut sangat mengganggu.

"Setiap lewat situ, saya harus menutup hidung karena tidak tahan dengan bau busuk sampah," ungkapnya.

Dia menyayangkan perilaku sejumlah orang yang membuang sampah sembarangan. Padahal di tempat itu sudah terpasang papan peringatan larangan buang sampah. Meskipun papan larangan tersebut bukan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan ataupun dinas terkait, melainkan inisiatif dari warga sekitar yang merasa tak nyaman dengan keberadaan sampah yang menumpuk di pinggir jalan.

"Yang buang disitu biasanya malam jadi nggak ketahuan, pernah ada yang naik mobil terus buang sampah disitu," ujarnya.

Suyadi berharap Pemkab Magetan segera turun tangan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah yang makin hari makin banyak tersebut.

"Padahal, itu (sampah.red) sudah tahunan, apalagi ini mau musim hujan, pasti tambah bau nanti," keluhnya. (ant/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »