Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Melalui MPLS Bentuk Karakter Siswa Baru

by : On Juli 18, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ngawi, Pewarta – Selama tiga hari (16-18/7/2018), ratusan siswa-siswi baru SMPN 1 Mantingan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pengenalan lingkungan sekolah meliputi personil yang ada di sekolah mulai kepala sekolah, guru, TU, karyawan, serta fasilitas sekolah seperti ruang kelas, ruang guru, UKS dan lain-lain. Kakak kelas dilibatkan sebagai pendamping. Supaya tercipta komunikasi yang baik antara keduanya.

Selain itu, siswa-siswi baru juga diberi materi Tata Krama. Dimana siswa diajarkan untuk selalu senyum, sapa, salam, dan berjabat tangan ketika datang ke sekolah dan bertemu guru.

Wakasek Kesiswaaan Agus R. Djuhari menjelaskan, MPLS mindsetnya asah asih asuh. Tidak ada bentakan, perploncoan, apalagi hukuman fisik. Jika ada siswa yang melakukan pelanggaran, maka hanya akan diberi teguran kecil. Dan jika terpaksa dihukum, maka bentuk sanksinya berupa hukuman yang menyenangkan seperti menyanyi.

"Memang, kami menitikberatkan pada karakter. Bagaimana membentuk karakter anak yang baik, kalau karakternya bagus nanti yang lain seperti prestasi akan mengikuti. Tidak ada yang namanya kekerasan, wong Push up aja ndak boleh kok," terang Agus.

Wakasek Humas, Juli Mahardi menambahkan untuk membentuk karakter anak yang baik, di setiap sesi kegiatan selalu diiringi dengan ibadah. Seperti sholat Dhuha, Dzuhur berjamaah, mengucap salam, berdo'a sebelum memulai kegiatan, serta mengakhiri kegiatan juga dengan do'a.

"Seluruh kegiatan MPLS setiap harinya selalu diiringi dengan ibadah," ujarnya.

Ditambahkan, sekolah memang sengaja melaksanakan MPLS dengan konsep ceria tetapi tetap mengandung unsur pendidikan. Sehingga anak didik merasa senang belajar di sekolah ini.

Sedangkan untuk mewujudkan prestasi siswa juga diajarkan belajar tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di dalam kelas. Kerindangan dan kesejukan sekolah menjadi faktor penunjang siswa-siswi baru belajar di luar kelas.

"Jadi siswa merasa senang dan nyaman belajar di dalam dan diluar kelas,’’ ungkapnya.

Selain itu, MPLS juga merupakan momentum untuk menanamkan sifat disiplin kepada para siswa-siswi baru. Karena itu program kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 1 Mantingan sarat dengan muatan materi kedisiplinan supaya betul-betul tertanam di dalam jiwa siswa-siswi baru.

‘’Semuanya saling berkaitan. Rasa senang dan nyaman belajar serta kedisiplinan dan karakter yang ditanamkan melalui MPLS ini diharapkan berimbas kepada prestasi akademik dan non akademik siswa di kemudian hari,’’ pungkasnya. (ant/red)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »