Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Derita Aqila, Bayi Penderita Usus Bocor dan Kelainan Dubur

by : On Maret 08, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Yani Aqila Faraza Bayi menderita kelainan dubur dan usus bocor
Magetan, Pewarta – Malang nian nasib Yani Aqila Faraza, bayi usia 13 bulan putri pasangan Heru Sujarno dan Endang Pratiwi (alm).

Sejak usia 5 bulan, Aqila telah ditinggal ibunya meninggal dunia karena sakit. Ironisnya, ia juga menyandang kelainan dubur dan usus bocor.

Pasca ditinggal ibunya, Aqila dirawat oleh Ikhsansori dan Deni (paman dan bibinya) yang merupakan saudara dari ayah sang bayi di sebuah bangunan kecil berukuran sekitar 2×3 meter. Itupun masih “nunut” atau menempel di salah satu sudut bangunan SDN Maospati 3.

Deni, bibi sang bayi mengatakan, karena penyakitnya, dulu Aqila pernah dioperasi. Tindakan medis itu dilakukan di salah satu rumah sakit di Kalimantan dengan biaya yang tidak sedikit.

Usai operasi, ayah Aqila harus merantau mencari nafkah, maka Aqila kembali ke Jawa dan dirawat Deni hingga saat ini.

Deni yang juga memiliki seorang anak ini mengaku, merawat Aqila dijalaninya dengan ikhlas. Meski hanya mengandalkan dari hasil dari jualan di kantin SDN Maospati 3 yang tidak seberapa besar keuntungannya. Namun semua dia jalani dan disyukuri.

“Saya tidak memohon bantuan, tetapi terkadang ada yang simpati dan memberi bantuan untuk Aqila, saya tidak menolaknya,” ujar Deni.

Sementara, perawatan penyakit Aqila sejauh ini dilakukan semampunya. Dia bersyukur karena kondisi Aqila berangsur membaik. (sat/ant)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »