Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Tolak Relokasi, Perpek-5 Tuntut Kepala Perdagkum dan Sekretaris Satpol PP Mundur

by : On Januari 31, 2018

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ponorogo, Pewarta – Puluhan pedagang yang tergabung dalam Perkumpulan Pedagang Kaki Lima (Perpek-5) Kabupaten Ponorogo, kembali meradang dan melakukan aksi turun jalan untuk menuntut keadilan, Rabu (31/1).

Hal ini dilakukan setelah mendengar rekan-rekannya sesama pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sepanjang jalan Sultan Agung hendak di relokasi ke jalan Menur.

Oleh karenanya, seluruh anggota dan pengurus Perpek-5 Kabupaten Ponorogo melakukan unjuk rasa tersebut dengan membawa berbagai poster tuntutan ke Bupati, Perdagkum dan Satpol PP kabupaten Ponorogo.

“Kami semua pedagang kaki lima taat aturan, jika kami ditata juga siap, asalkan tidak direlokasi,” kata Sutrisno, selaku koordinator aksi.

Menurutnya, selama ini pedagang kaki lima di Ponorogo merasa dipermainkan terus oleh Pemkab Ponorogo. Pihaknya menolak direlokasi ke lokasi baru yakni di jalan Menur. Pasalnya, tempat relokasi yang disediakan oleh Perdagkum di jalan Menur tersebut tempatnya sepi dan fasilitasnya minim.

“Apapun alasannya, kami semua pedagang kaki lima menolak direlokasi ke lokasi baru. Di sana fasilitasnya minim dan sepi jika malam hari,” imbuh Sutrisno, yang juga merupakan Ketua Perpek-5 ini.
Selain itu, pedagang kaki lima menganggap Kepala Perdagkum dan Satpol PP Ponorogo terkesan memaksakan kehendak.

Sutrisno, Ketua Perpek-5 Ponorogo
“Tidak ada pembicaraan sebelumnya dari Perdagkum dengan pedagang kaki lima. Ini yang kami sesalkan. Seakan kami rakyat kecil ini akan basmi secara perlahan,” sesalnya.

Oleh sebab itu, kata Sutrisno, jika Perdagkum dan Satpol PP Ponorogo, tetap arogan, Perpek-5 Kabupaten Ponorogo akan tetap melawannya, dan akan turun ke jalan lagi dengan massa yang lebih besar.

Selain menolak direlokasi, Perpek-5 juga menuntut agar Kepala Perdagkum dan Sekretaris Satpol PP untuk mundur dari jabatannya, agar Ponorogo ayem tentrem. Karena keberadaan mereka hanya membuat pedagang kaki lima di Ponorogo resah, merasa ditekan dan di kejar-kejar.

“Jika memang tidak bisa melindungi rakyat kecil seperti kami, Kepala Perdagkum dan Sekretaris Satpol PP Ponorogo mundur saja dari jabatannya. Kami ini manusia bukan hewan. Jadi jangan buat kami tidak tenang saat berjualan,” tandasnya, dengan nada tinggi. (jar)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »